Topiksumut.id, ACEH TAMIANG – Sempat terpuruk akibat banjir bandang dengan ketinggian air mencapai 5 meter yang meluluhlantakkan Aceh Tamiang pada November 2025 lalu, Kelompok Tani (Poktan) Melon Mutiara kini bangkit dengan target panen 3 ton sekali petik.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Warga mengunjungi Argo Eduwisata Melon di Desa Kebun Tanjung Seumantoh, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Rabu (12/8/2026). Melalui Program Pelibatan Pengembangan Masyarakat (PPM) PT Pertamina EP Rantau Field bersama Kelompok Tani Melon Mutiara kembali melakukan budi daya melon pascabencana banjir bandang sebagai upaya menghidupkan aktivitas pertanian sekaligus membantu pemulihan ekonomi petani di daerah tersebut.Topiksumut.id/Risky Cahyadi

Pertamina EP (PEP) Rantau Field bagian dari Pertamina Hulu Rokan Zona 1 sukses menggelar panen raya dan launching Program CSR Smart Farming Pemberdayaan Petani Melon Mutiara di Kampung Kebun Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, pada 12 Agustus 2026 lalu.

PT Pertamina EP Rantau Field bersama Kelompok Tani Melon Mutiara kembali melakukan budidaya melon pascabencana banjir bandang sebagai upaya menghidupkan aktivitas pertanian sekaligus membantu pemulihan ekonomi petani, di Desa Kebun Tanjung Seumantoh, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Rabu (12/8/2026).Topiksumut.id/Risky Cahyadi

“Gak bisa dibayangkan hancurnya. Lumpur menimbun semuanya. Jujur, kalau secara mandiri, kami mustahil bisa bangkit lagi. Lahan hancur, saung rusak, modal habis,” kata Ketua Poktan Melon Mutiara, Benny Fauzi saat panen raya yang berlangsung.

Aktivitas Kelompok Tani Melon Mutiara melakukan pengukuran berat melon, di Desa Kebun Tanjung Seumantoh, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Rabu (12/8/2026).Topiksumut.id/Risky Cahyadi

Dukungan yang dimaksud berupa dukungan CSR dari Pertamina EP Rantau. Dalam kondisi terjepit, Benny mencoba berkomunikasi dengan pihak Pertamina EP Rantau. Hasilnya, dukungan mengalir penuh.

Petani melakukan perawatan tanaman di Desa Kebun Tanjung Seumantoh, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Rabu (12/8/2026).Topiksumut.id/Risky Cahyadi

Lebih dari alakadarnya, kata dia, Pertamina EP Rantau menyokong seluruh kebutuhan mulai dari pengolahan kembali media tanah yang rusak, penyediaan bibit Golden Premium, hingga sarana prasarana pendukung.

Petani mengukur kadar manis buah dengan alat refraktometer brix di Desa Kebun Tanjung Seumantoh, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Rabu (12/8/2026).Topiksumut.id/Risky Cahyadi

Kini, kata dia, target produksi melon Golden Premium tahun ini naik signifikan menjadi 2,5 hingga 3 ton, melampaui hasil tahun lalu yang hanya 1,8 ton. Dengan harga pasar mencapai Rp20 ribu per kilogram, ekonomi 21 anggota kelompok tani ini mulai pulih.

Pelajar mencermati penjelasan dari petani tentang tanaman buah melon di Desa Kebun Tanjung Seumantoh, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Rabu (12/8/2026).Topiksumut.id/Risky Cahyadi

Field Manager PT Pertamina EP Rantau Field, Tomi Wahyu Alimsyah, menegaskan bahwa Pertamina ingin keberhasilan ini menular. Pihaknya berkeinginan untuk kelompok tani yang sedang berjalan menjadi pemantik kemandirian petani lokal.

“Kami ingin petani di sini mandiri dan bisa berbagi ilmu dengan petani lain. Kalau ilmu itu dibagikan, ekonomi masyarakat di sini akan tumbuh bersama-sama,” ujar Tomi.

Petani menunjukkan buah melon hasil panen di Desa Kebun Tanjung Seumantoh, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Rabu (12/8/2026).Topiksumut.id/Risky Cahyadi

Dengan begitu, Poktan Melon Mutiara kembali menggarap lahan setelah banjir. Lahan yang sempat rusak kini kembali ditanami dan menghasilkan. Dukungan Pertamina EP Rantau membuat petani bisa kembali bekerja dan mendapatkan penghasilan.(*)