Topiksumut.id, MEDAN – Ronny, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sumatera Utara (USU), berhasil meraih posisi 1st Runner Up dalam International Paper Innovation Contest The 14th Civil Engineering Innovation Contest yang diselenggarakan Universitas Diponegoro 2026.
Pencapaian tersebut diraih melalu tulisan yang berjudul “SMART-TILT: Integrating Digital Twin, IoT Sensors, and Machine Learning for Predictive Structural Health Monitoring of Heritage Buildings in Earthquake-Prone Areas”, yang mengusung pemanfaatan teknologi untuk memantau kondisi struktural bangunan bersejarah di wilayah rawan gempa.
Berawal dari ketertarikannya untuk mencoba kompetisi di bidang teknik, ini menjadi pengalaman pertama Ronny menjuarai kompetisi ajang internasional.
Ronny mengetahui kompetisi tersebut melalui instagram dan melihat peluang untuk mengembangkan gagasan sesuai dengan subtema yang dibagikan oleh penyelenggara.
“Saya melihat ada potensi untuk juara, pas pula sub temanya sesuai dengan saya, yaitu membahas soal Digital Twin, IoT, dan Machine Learning.” ujar Ronny.
Tulisan ini mengangkat gagasan integrasi teknologi Digital Twin, sensor Internet of Things (IoT), dan Machine Learning yang dapat mendukung pemantauan kondisi struktural bangunan bersejarah.
Karya tersebut disusun melalui literature review atau kajian literatur. Melalui gagasan ini, Ronny berharap pemanfaatan teknologi dapat mendukung perawatan serta upaya pencegahan kerusakan bangunan bersejarah melalui pemantauan kondisi bangunan secara berkala.
Manurut Ronny, inovasi tersebut berangkat dari kepeduliannya terhadap perawatan bangunan bersejarah sebagai bagian warisan budaya Indonesia.
Ia berharap inovasi yang dikembangkannya dapat mendapat perhatian dari pemerintah atau instansi terkait untuk mendukung perawatan bangunan bersejarah serta pemantauan upaya pencegahan kerusakan.
“Saya ingin inovasi saya itu bisa dijadikan concern dari pemerintah atau instansi terkait yang memang wajib menjaga budaya kita itu ya, sehingga dengan adanya inovasi yang saya buat itu kita bisa memantau kondisi bangunan dan mencegah kerusakan.” ujar Ronny.
Dalam penyusunan karya ilmiah tersebut, Ronny berkolaborasi dengan mahasiswa Teknik Sipil.
Kolaborasi lintas bidang ini memungkinkan setiap anggota tim berkontribusi sesuai dengan bidang keahliannya, sehingga perspektif anggota tim dapat melengkapi pengembangan inovasi.
Proses tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan sekaligus mengembangkan pengetahuannya.
Kedepannya, Ronny ingin terus memperluas wawasannya dengan mengeksplorasi bidang lain yang menarik minatnya, salah satunya ekonomi bisnis.
Hal ini menjadi bagian ari upayanya untuk terus memperluas wawasan dengan mempelajari berbagai bidang selain kesehatan. (red)



