Topiksumut.id, MEDAN – Arya Mahendra Sinulingga resmi terpilih sebagai Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Sumatera Utara periode 2026-2030.
Arya terpilih secara aklamasi dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI Sumut 2026 yang berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Medan, Senin (12/10/2026) Pagi.
Terpilihnya Arya disampaikan Komite Pemilihan yang dipimpin Indra Feriadi setelah dua kandidat lainnya, Benny Tomasoa dan Julius Raja, memutuskan mengundurkan diri dari pencalonan.
Indra menjelaskan, berdasarkan hasil verifikasi, terdapat tiga kandidat yang memenuhi persyaratan untuk maju sebagai calon ketua, yakni Arya Mahendra Sinulingga, Benny Tomasoa, dan Julius Raja.
Namun, sebelum proses pemilihan berlangsung, Benny Tomasoa lebih dahulu menyampaikan pengunduran dirinya secara tertulis.

“Pagi tadi Benny Tomasoa mengirimkan konfirmasi tertulis pengunduran diri sebagai calon Ketua PSSI Sumut,” ujar Indra kepada TopikSumut usai KLB.
Ia mengatakan, sesuai prosedur operasional standar (SOP), panitia kemudian memastikan kesediaan para kandidat untuk tetap maju dalam proses pemilihan.
Dalam forum tersebut, Julius Raja juga menyatakan mundur dari pencalonan. Indra menyebut keputusan itu menunjukkan sikap sportif dalam proses pemilihan Ketua PSSI Sumut.
“Pada forum disampaikan Pak Julius Raja dengan jiwa sportivitasnya beliau juga ikut mengundurkan diri sebagai calon ketua dan dilanjutkan kesediaan Arya Sinulingga sebagai calon ketua,” katanya.
Dengan hanya tersisa satu kandidat, Komite Pemilihan kemudian menetapkan Arya sebagai ketua terpilih secara aklamasi sesuai ketentuan statuta yang berlaku. Keputusan tersebut juga mendapat persetujuan dari forum kongres.
“Dengan statuta yang ada, di mana calon ketua hanya satu, maka secara aklamasi dan disetujui oleh forum, Arya Sinulingga terpilih,” jelas Indra.
Seperti diketahui, KLB PSSI Sumut 2026 ini dibuka secara langsung oleh Exco PSSI Pusat Sumardji. Pembukaan dihadiri Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution, Kadispora Sumut M. Mafullah Daulay, dan Ketum KONI Sumut Hatunggal Siregar.
KLB PSSI Sumut 2026 diikuti 48 pemilik suara atau voter. Mereka terdiri dari 33 perwakilan Asosiasi Kabupaten (Askab) dan Asosiasi Kota (Askot), serta 15 perwakilan klub.
Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Sumatera Utara periode 2026-2030, Arya Sinulingga, menargetkan lahirnya pemain Tim Nasional (Timnas) Indonesia dari Sumatera Utara melalui penguatan pembinaan sepak bola usia dini dan kompetisi berjenjang di daerah baik pesepak bola putra maupun putri.
Target tersebut menjadi salah satu fokus Arya setelah resmi terpilih sebagai Ketua PSSI Sumut dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI Sumut yang berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Medan, Senin (12/10/2026).
Arya menilai, kepemimpinan PSSI Sumut ke depan memiliki tanggung jawab yang lebih besar. Karena itu, program pembinaan dan pengembangan sepak bola di Sumatera Utara harus dijalankan secara lebih terstruktur, profesional, dan terukur dibandingkan periode sebelumnya saat dirinya masih menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt).
Ia menegaskan, seluruh wilayah di Sumatera Utara, termasuk 33 kabupaten/kota, perlu mendapatkan perhatian dalam upaya mengembangkan potensi sepak bola daerah.
“Ya, tanggung jawab pasti banyak. Kalau kemarin Plt, target programnya sesuai yang kita buat saja. Sekarang harus lebih rapi, lebih bagus, dan targetnya harus dikejar dari sebelumnya. Sehingga 33 kabupaten/kota harus kita lihat dengan baik. Kalau kemarin di Plt masih bisa santai, kalau sekarang tidak bisa lagi,” ujar Arya.
Menurut Arya, salah satu tujuan utama kepengurusan baru adalah membuka jalan bagi pemain-pemain muda Sumatera Utara agar mampu menembus level nasional hingga memperkuat Timnas Indonesia.
Untuk mewujudkan target tersebut, katanya, PSSI Sumut akan memperkuat pembinaan sejak usia dini, khususnya kelompok usia delapan tahun atau U-8, sebagai fondasi untuk membentuk pemain yang memiliki kemampuan teknik, pemahaman taktik, serta mental bertanding yang baik.
Pembinaan itu nantinya akan didukung dengan penyelenggaraan kompetisi secara berjenjang. Arya menyebut, PSSI Sumut berencana menggelar Liga Grassroots dan liga usia muda di setiap kabupaten/kota Secara rutin. Selain itu, kompetisi Piala Soeratin juga akan menjadi bagian dari jalur pembinaan pemain muda di Sumatera Utara.
Melalui kompetisi yang berlangsung secara rutin, para pemain muda diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk mengasah kemampuan, memperoleh pengalaman bertanding, dan menunjukkan potensi mereka. Dengan demikian, proses pencarian bakat tidak hanya terpusat di daerah tertentu, tetapi dapat menjangkau berbagai wilayah di Sumatera Utara.
“Tujuan kita, sepak bola daerah bisa menghasilkan pemain Timnas, kemudian wasit berkualitas sampai level FIFA. Maka kita akan menyiapkan cikal bakal pemain Timnas dengan cara mulai dari U-8 dan usia muda sebagai cara mendapatkan pemain Timnas. Maka kita akan menggelar Liga Grassroots, liga usia muda di setiap kabupaten/kota dan ada Piala Soeratinnya,” katanya.
Selain pembinaan pemain, Arya juga menaruh perhatian terhadap peningkatan kualitas perangkat pertandingan, khususnya wasit. Ia menargetkan Sumatera Utara mampu melahirkan wasit berkualitas yang dapat menembus level internasional hingga mendapatkan lisensi FIFA.
Menurutnya, pengembangan sepak bola tidak cukup hanya berfokus pada pemain dan klub. Kualitas kompetisi juga harus didukung perangkat pertandingan yang profesional, sehingga penyelenggaraan sepak bola di daerah dapat berjalan sesuai standar yang diharapkan.

Meski demikian, Arya menyadari bahwa pelaksanaan program tersebut membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, terutama pemerintah daerah. Dukungan itu dinilai penting untuk membantu penyelenggaraan kompetisi, memperluas pembinaan usia dini, serta memastikan program pengembangan sepak bola dapat menjangkau seluruh kabupaten/kota.
Ia berharap pemerintah daerah dapat berkolaborasi dengan Asprov PSSI Sumut karena pengembangan sepak bola juga berpotensi memberikan manfaat bagi daerah, baik melalui prestasi olahraga maupun terbukanya peluang bagi generasi muda.
“Tapi ini semua harus ada dukungan pemerintah daerah. Sehingga kita berharap pemerintah bisa memberikan dukungan kepada kita karena ini bisa baik juga untuk daerah,” ucapnya.
Di sisi lain, Arya mengatakan kepengurusan PSSI Sumut periode 2026-2030 akan disusun dengan mengedepankan profesionalisme. Penyusunan kepengurusan tersebut menjadi salah satu agenda yang akan dikerjakan dalam waktu dekat setelah dirinya terpilih.
Ia menilai, sepak bola ke depan tidak hanya berbicara tentang prestasi di lapangan, tetapi juga berpotensi berkembang sebagai sebuah industri. Oleh karena itu, pengelolaan organisasi sepak bola di Sumatera Utara perlu didukung sumber daya manusia yang profesional, tata kelola yang baik, serta visi dan misi yang jelas.
“Dalam waktu dekat kita susun kepengurusan secara profesional, karena sepak bola ke depan menjadi industri. Maka kita hadirkan visi dan misi yang profesional,” pungkasnya.
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, berharap Arya Sinulingga mampu membawa prestasi sepak bola Sumatera Utara setelah resmi terpilih sebagai Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Sumut periode 2026-2030.
Bobby menyampaikan harapan tersebut setelah menghadiri Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI Sumut yang berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Medan, Senin (12/10/2026).
Menurut Bobby, kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Arya diharapkan dapat melanjutkan berbagai program dan kegiatan positif yang telah berjalan selama ini.
Namun, ia menilai pekerjaan rumah yang perlu dituntaskan adalah meningkatkan capaian prestasi sepak bola Sumatera Utara agar mampu meraih gelar juara dan membawa pulang trofi dari berbagai kompetisi.
Bobby mengatakan, keberlanjutan program pembinaan dan pengembangan sepak bola harus diiringi dengan hasil nyata berupa prestasi yang dapat dibanggakan masyarakat Sumatera Utara.
“Harapannya tentu nantinya bisa melanjutkan apa yang sudah dibuat yang baik selama ini dari kegiatan-kegiatan. Tinggal PR-nya bagaimana mendapatkan reward atau piala untuk Sumut,” ujar Bobby.
Selain mendorong peningkatan prestasi, Bobby juga berharap PSSI Sumut di bawah kepemimpinan Arya Sinulingga dapat memperkuat upaya menjadikan Sumatera Utara sebagai tuan rumah berbagai ajang sepak bola berskala nasional maupun internasional.
Menurutnya, penyelenggaraan event olahraga di Sumatera Utara menjadi salah satu hal yang perlu diperjuangkan bersama antara pemerintah daerah dan PSSI. Kehadiran kompetisi berskala besar diharapkan dapat membuka peluang bagi perkembangan sepak bola daerah sekaligus memberikan dampak positif bagi Sumatera Utara.
Seperti sebelumnya, Sumut sukses menjadi tuan rumah Piala Kemerdekaan, Piala AFF U-19 2026, dan tuan rumah Piala Soeratin Regional Sumatra.
“Nanti salah satu PR dan keinginan kami bersama PSSI harus bisa membawa event nasional dan internasional ke Sumut,” pungkasnya. (rts)



