Topiksumut.id, BINJAI – Fashion show bertemakan Halloween yang digelar oleh Cafe Satuone Coffee yang beralamat di Jalan Ikan Kakap, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Sumatera Utara, berbuntut panjang.
Pasalnya kegiatan yang semulanya dijadikan untuk tempat mengekpresikan diri, dituding dengan hal-hal yang negatif melalui berita yang beredar.
Alhasil manajemen Satuone Coffee pun diundang Satpol PP Kota Binjai untuk dimintai keterangan pada, Jumat (6/11/2026).
“Kedatangan kami ke Satpol PP Kota Binjai hari ini dalam rangka undangan terkait berita yang beredar di cafe kita yaitu Satuone Coffee, pada saat kegiatan bertema Halloween pada tanggal 30 Oktober 2026 kemarin,” ujar Edi Perwira Ginting, Kuasa Hukum Satuone Coffee.
Lanjut Edi, pihaknya sudah dimintai keterangan oleh Satpol PP Kota Binjai, tentang klarifikasi kegiatan tersebut.
“Di mana berita-berita yang beredar tidak seperti itu kenyataannya. Cafe kita dituding menggelar pesta seks, LGBT, dan minuman keras. Itu semua tidak benar,” ucap Edi.
Menurut Edi, fakta yang sebenarnya pada tanggal 30 Oktober 2026 kemarin, manajemen Satuone Coffee membuat event Fashion Show dengan tema Halloween.
“Nah karena pengunjung rata-rata Gen Z, jadi manajemen membuat ruang untuk mengekspresikan dan kreatifitas anak-anak muda. Dan rata-rata peserta juga konten kreator, jadi kita kasih ruang,” kata Edi.
Jika bicara soal izin usaha, Edi menegaskan Satuone Coffee udah mengantongi. Bahkan izin keramaian saat kegiatan berlangsung sudah dipegang oleh manajemen cafe.
“Masalah parkir, dan itu juga sudah ada yang mengatur. Dan soal minuman keras, manajemen tidak ada menjual minuman keras,” ujar Edi.
“Seperti yang dituduhkan, katanya pengunjung yang datang membawa dan mengkonsumsi minuman keras, itu tidak benar sudah dipastikan oleh panitia kegiatan,” sambungnya.
Edi pun berharap khususnya bagi masyarakat Kota Binjai, harus menyaring berita yang beredar, agar tidak diterima mentah-mentah.
Dan langkah yang diambil manajemen kedepan, untuk media yang tidak melakukan upaya konfirmasi ke Satuone Coffee, akan dilakukan somasi.
Dan apabila ada orang-orang yang sengaja memperluas masalah ini, Edi akan mempertimbangkan untuk mengambil angkah hukum.
“Itu jalan terakhir yang kami ambil. Kita juga berharap, sebagai warga Kota Binjai memegang teguh kenyamanan dan keamanan untuk berusaha. Perlu kita garis bawahi, Satuone Coffee ini UMKM yang menampung pekerja, khususnya anak-anak muda,” ucap Edi.
Sementara itu, Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah (Kabid Perda) Satpol PP Kota Binjai, Luber Simamora menjelaskan, manajemen Satuone Coffee saat dimintai keterangan sangat kooperatif.
“Sesuai dengan yang kita minta, dari mulai persyaratan dan izin-izinnya, ditunjuki mereka dan semuanya lengkap,” ujar Simamora.
Simamora pun membenarkan pada saat kegiatan berlangsung, manajemen sudah memiliki izin keramaian.
“Harapan kita kedepannya, pengusaha harus kooperatif, menjaga ketertiban umum. Dan mengingat disekitar lokasi ada rumah ibadah, itu harus menjadi perhatian,” tutup Simamora. (red)



