Topiksumut.id, TAPTENG – Inovasi siswa SMA Negeri 1 (Plus) Matauli Pandan kembali mencuri perhatian di ajang sains internasional.
Enam siswa sekolah tersebut berhasil meraih Gold Medal pada Bali International Science Fair (BISF) 2026, melalui penelitian inovatif untuk membantu menganalisis dan memantau risiko Diabetes Melitus Tipe 2.
BISF 2026 yang bekerja sama dengan Indonesian Young Scientist Association (IYSA) digelar pada 19–22 Juni 2026 di Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali, Indonesia.
Medali emas tersebut diraih melalui penelitian berjudul “VENA (Visual Electrochemical Non-Invasive Analyzer) Patch Kolorimetrik Berbasis Aplikasi untuk Analisis dan Pemantauan Risiko Diabetes Melitus Tipe 2.”
Penelitian ini menjadi salah satu wujud kreativitas dan kepedulian siswa terhadap pemanfaatan teknologi dalam bidang kesehatan. Melalui inovasi yang dikembangkan, para siswa berupaya menghadirkan pendekatan non-invasif yang dipadukan dengan aplikasi untuk mendukung analisis dan pemantauan risiko diabetes melitus tipe 2.
Enam siswa yang tergabung dalam tim peraih Gold Medal tersebut adalah Aurelia Yohana Mahulae (12-6), Bella Petresca Sianturi (12-6), Christian Natanael Pandiangan (12-6), Handokosta Shine Saruksuk (12-7), Libert Marbun (11-1 A), dan Tiara Haryani Aritonang (12-1).Tim tersebut dibimbing oleh Sulistian Nisa Febriani Harahap, S.Pd.
Kepala SMA Negeri 1 (Plus) Matauli Pandan, Deden Rachmawan, S.Pd., M.M., mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, prestasi itu merupakan buah dari kerja keras siswa yang mendapat dukungan dan pendampingan dari guru.
“Kami sangat bangga dan bersyukur atas prestasi yang diraih siswa-siswi SMA Negeri 1 (Plus) Matauli Pandan. Ini merupakan hasil dari kerja keras, kreativitas, ketekunan, dan semangat siswa, serta bimbingan guru pembimbing,” ujar Deden, Selasa 8 September 2026.
Deden menilai keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi sekolah, tetapi juga menunjukkan bahwa siswa Matauli memiliki kemampuan untuk menghasilkan gagasan dan inovasi yang mampu bersaing dalam kompetisi sains internasional.
Ia berharap capaian tersebut menjadi pemantik bagi siswa lainnya untuk tidak berhenti mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga berani melakukan penelitian dan menciptakan inovasi yang bermanfaat.
“Prestasi ini jangan dijadikan sebagai titik akhir. Jadikan sebagai motivasi untuk terus mengembangkan penelitian dan inovasi. Setiap siswa memiliki potensi masing-masing. Kenali potensinya, kembangkan dengan sungguh-sungguh, dan manfaatkan setiap kesempatan untuk meraih prestasi,” pesannya.
Prestasi Gold Medal di BISF 2026 sekaligus memperkuat komitmen SMA Negeri 1 (Plus) Matauli Pandan dalam membangun lingkungan pendidikan yang mendorong riset, inovasi, kreativitas, dan daya saing siswa.
Capaian tersebut diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak siswa untuk berani keluar dari zona nyaman, menggali persoalan di lingkungan sekitar, kemudian menghadirkannya dalam bentuk gagasan dan inovasi yang memiliki nilai manfaat. (uki)



