Topiksumut.id, SIDIKALANG – Kepedulian terhadap dua bocah yang menjadi korban dugaan kekerasan di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, terus mengalir.
Salahsatunya berasal dari anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Bane Raja Manalu, Selasa (25/8/2026).
Melalui perwakilannya, Bane menunjukkan perhatian serius dengan menyalurkan bantuan sekaligus menyatakan kesiapan menanggung biaya pendidikan korban.
Duat Sihombing, selaku perwakilan dari Bane menawarkan dukungan jangka panjang bagi masa depan kedua anak tersebut.
Melalui sambungan video call dengan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Dairi, ia menyampaikan niat untuk membantu mengasuh dan membiayai pendidikan salah satu korban di Jakarta.
“Jika pihak keluarga berkenan, Pak Bane meminta agar anak-anak ini disekolahkan di Jakarta sehingga dapat diawasi secara langsung,” ujar Duat beberapa waktu lalu.
Namun, rencana tersebut masih menunggu persetujuan keluarga serta pertimbangan dari instansi yang berwenang.
Menurut Duat, hal terpenting saat ini adalah memastikan kondisi fisik dan psikologis kedua korban pulih terlebih dahulu.
“Pak Bane sangat ingin membantu pendidikan anak-anak ini. Tetapi, pemulihan kondisi mereka tetap menjadi prioritas utama,” katanya.
Bane Raja Manalu juga mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Dairi melalui Dinas PPA dan Dinas Sosial yang telah memberikan perlindungan, pendampingan, serta penanganan medis kepada kedua korban.
Ia berharap pendampingan tidak berhenti setelah kondisi fisik korban membaik. Pemulihan trauma dan jaminan terhadap masa depan kedua anak tersebut dinilai harus menjadi perhatian bersama.
Minta Proses Hukum Tegas
Terkait proses hukum, Bane Raja Manalu menegaskan bahwa tidak ada alasan yang dapat membenarkan kekerasan terhadap anak.
Ia meminta aparat penegak hukum mengusut perkara tersebut secara tegas, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Duat juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kondisi anak di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah kekerasan dengan segera melaporkan setiap indikasi yang ditemukan.
“Jangan sampai kita mengetahui adanya kekerasan, tetapi memilih diam. Kepedulian masyarakat dapat menjadi langkah awal untuk menyelamatkan anak-anak dari kekerasan,” ujar Duat.
Ia juga mengimbau para orang tua agar mengasuh dan memantau tumbuh kembang anak secara langsung serta tidak sepenuhnya menyerahkan pengasuhan kepada orang lain tanpa pengawasan.
Selain itu, masyarakat diminta berani melaporkan dugaan kekerasan terhadap anak maupun perempuan kepada pengurus lingkungan, kepala dusun, pemerintah desa, atau pihak berwenang.
Pemerintah Kabupaten Dairi pun diharapkan memperluas sosialisasi dan edukasi mengenai pencegahan kekerasan terhadap anak hingga ke tingkat desa.
Upaya tersebut dinilai penting untuk membangun lingkungan yang aman, meningkatkan kepedulian masyarakat, serta memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan dan kesempatan memiliki masa depan yang lebih baik. (red)



