Topiksumut.id, MEDAN – PSMS Medan memulai rangkaian pramusim menuju Piala Presiden 2026 dengan hasil positif.
Tim berjuluk Ayam Kinantan menaklukkan Binjai City SC dengan skor 3-0 pada laga uji coba yang digelar di Stadion Mini Pancing, Medan, Senin (13/7/2026) sore.
Meski meraih kemenangan meyakinkan, pelatih PSMS Medan Eko Purdjianto menegaskan hasil akhir bukanlah fokus utama.
Baginya, pertandingan perdana pramusim lebih penting sebagai ajang mengukur perkembangan fisik, pemahaman taktik, dan penerapan model permainan yang tengah dibangun menjelang tampil di Piala Presiden 2026.
Sejak menit awal, PSMS tampil dominan dengan menguasai jalannya pertandingan. Eko sengaja membagi skuadnya menjadi dua komposisi berbeda.
Tim pertama dimainkan sepanjang babak pertama, sedangkan seluruh pemain pada tim kedua mendapat kesempatan tampil setelah turun minum.
Strategi tersebut dilakukan agar seluruh pemain memperoleh menit bermain sekaligus memberi kesempatan kepada tim pelatih untuk mengevaluasi kemampuan individu maupun kolektif.
PSMS menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0. Setelah pergantian seluruh pemain pada babak kedua, permainan Ayam Kinantan justru semakin berkembang.
Aliran bola lebih cepat, tekanan kepada lawan semakin intens, dan dua gol tambahan berhasil diciptakan hingga pertandingan berakhir dengan kemenangan 3-0.
Usai pertandingan, Eko Purdjianto mengaku cukup puas melihat progres yang ditunjukkan anak asuhnya, terutama penampilan tim pada babak kedua.
“Ini pertandingan pertama kami di pramusim. Tadi kita membagi tim menjadi dua. Di babak pertama ada beberapa pemain yang kami coba dan hasilnya unggul 1-0. Di babak kedua kami bisa mencetak dua gol lagi. Artinya, ada beberapa pemain yang sudah mulai bisa menerapkan game model yang akan kami gunakan nanti di kompetisi,” kata Eko.
Mantan asisten pelatih Timnas Indonesia itu menilai uji coba perdana ini memberikan banyak gambaran mengenai kondisi tim, meski masih ada sejumlah aspek yang harus terus diperbaiki.
“Ini pramusim yang sangat bagus. Walaupun kami hanya menang 3-0, kami tidak melihat hasil akhirnya. Yang kami lihat adalah kondisi pemain, bagaimana perkembangan mereka, lalu pemantapan taktikal di lapangan,” ujarnya.
Menurut Eko, performa para pemain pada babak kedua menjadi catatan paling positif dalam laga tersebut.
“Memang ini baru pertandingan pertama, tetapi saya melihat penampilan mereka sangat impresif, terutama di babak kedua. Standar permainan yang kami inginkan mulai terlihat dari cara mereka bermain,” ungkapnya.
Kemenangan atas Binjai City SC menjadi modal awal yang baik bagi PSMS sebelum menghadapi tantangan yang jauh lebih berat di Piala Presiden 2026.
Turnamen pramusim bergengsi tersebut akan berlangsung pada 25 Juli hingga 6 Agustus 2026 dan diikuti delapan klub dari empat negara. Edisi kali ini dimainkan di dua kota, yakni Bandung dan Surabaya, dengan total 16 pertandingan.
PSMS Medan tergabung di Grup B yang seluruh pertandingannya berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Ayam Kinantan akan bersaing menghadapi Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, dan juara bertahan asal Thailand, Port FC.
Sementara Grup A yang dimainkan di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, dihuni Persib Bandung, Arema FC, DPMM FC (Brunei Darussalam), dan Tampines Rovers (Singapura).
Persaingan di Grup B dipastikan tidak akan mudah. Selain menghadapi dua klub besar Liga Indonesia, PSMS juga akan menantang Port FC yang datang dengan status juara bertahan turnamen.
Situasi tersebut membuat setiap laga pramusim menjadi sangat penting bagi Eko Purdjianto untuk menyempurnakan organisasi permainan tim.
Masih tersisa waktu sekitar dua pekan sebelum Piala Presiden dimulai.
Dalam periode tersebut, tim pelatih diperkirakan akan terus mematangkan chemistry antarpemain, meningkatkan kebugaran fisik, sekaligus menyempurnakan pola permainan agar PSMS mampu tampil kompetitif menghadapi lawan-lawan berkualitas. (red)



