Topiksumut.id, ACEH TAMIANG – Sempat terpuruk akibat banjir bandang dengan ketinggian air mencapai 5 meter yang meluluhlantakkan Aceh Tamiang pada November 2025 lalu, Posyandu Kenari kini kembali menyala melayani kesehatan masyarakat, saat topiksumut.id ke Desa Kebun Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, pada 11 September 2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Sejumlah warga mengantre untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di Posyandu Kenari Inclusive Shelter, Desa Kebun Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, pada 11 September 2026.Topiksumut.id/Risky Cahyadi

Banjir bandang yang menerjang Aceh Tamiang pada November 2025 mengubah banyak hal dalam kehidupan masyarakat. Rumah warga terdampak, fasilitas umum mengalami kerusakan, jalan rusak, dan jaringan komunikasi terganggu. Posyandu Kenari termasuk salah satu fasilitas pelayanan masyarakat yang harus menghentikan aktivitasnya.

Petugas posyandu mengukur tinggi badan anak di Posyandu Kenari Inclusive Shelter, Desa Kebun Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, pada 11 September 2026.Topiksumut.id/Risky Cahyadi

Posyandu Kenari yang menempati Inclusive Shelter Pertamina sejak 2025 lalu, kehadiran fasilitas tersebut memberikan tempat tetap bagi para kader untuk menjalankan pelayanan. Dukungan peralatan kesehatan, vitamin, dan makanan tambahan turut membantu memenuhi kebutuhan balita serta ibu hamil.

Sejumlah anak bermain di tempat bermain anak yang disediakan Posyandu Kenari Inclusive Shelter, Desa Kebun Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, pada 11 September 2026.Topiksumut.id/Risky Cahyadi

Pendampingan Pertamina EP Rantau Field terhadap Posyandu Kenari sebenarnya telah berlangsung sejak 2021. Fasilitas ini tidak hanya dimanfaatkan untuk pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai tempat multifungsi untuk aktivitas sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta perlindungan sementara ketika terjadi bencana.

Petugas posyandu melakukan timbang badan bayi di Posyandu Kenari Inclusive Shelter, Desa Kebun Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, pada 11 September 2026.Topiksumut.id/Risky Cahyadi

Di tengah kondisi darurat, masyarakat membutuhkan lebih dari sekadar tempat berlindung. Mereka juga memerlukan ruang untuk mempertahankan kehidupan sosial dan memulai kembali kegiatan ekonomi yang sempat terhenti.

Petugas posyandu memeriksa kesahatan seorang ibu menyusui di Posyandu Kenari Inclusive Shelter, Desa Kebun Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, pada 11 September 2026.Topiksumut.id/Risky Cahyadi

Inclusive Shelter turut mendukung kebutuhan tersebut. Ruang yang sebelumnya dimanfaatkan para kader untuk mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis pangan lokal dapat kembali digunakan untuk menunjang kegiatan produktif masyarakat setelah bencana.

Petugas posyandu mengukur tinggi badan warga di Posyandu Kenari Inclusive Shelter, Desa Kebun Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, pada 11 September 2026.Topiksumut.id/Risky Cahyadi

Dengan berbagai fungsi tersebut, Inclusive Shelter menjadi bagian dari upaya masyarakat mempertahankan aktivitas sehari-hari sekaligus membangun kembali kehidupan setelah bencana. Dari pelayanan kesehatan hingga kegiatan ekonomi, fasilitas itu menyediakan ruang yang dapat digunakan sesuai kebutuhan warga.

Seorang bayi menerima suntikan vaksin di Posyandu Kenari Inclusive Shelter, Desa Kebun Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, pada 11 September 2026.Topiksumut.id/Risky Cahyadi

Field Manager Pertamina EP Rantau, Tomi Wahyu Alimsyah, menjelaskan bahwa konsep Inclusive Shelter memang dirancang untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan masyarakat.

Petugas posyandu memberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada ibu menyusui di Posyandu Kenari Inclusive Shelter, Desa Kebun Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, pada 11 September 2026.Topiksumut.id/Risky Cahyadi

“Fasilitas ini tidak hanya dimanfaatkan untuk pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai tempat multifungsi untuk aktivitas sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta perlindungan sementara ketika terjadi bencana,” ujar Tomi.

Lanskap Posyandu Kenari Inclusive Shelter, Desa Kebun Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, pada 11 September 2026.Topiksumut.id/Risky Cahyadi

Kini, Posyandu Kenari kembali memberikan pelayanan kepada sekitar 60 balita, lima ibu hamil, dan 60 lansia. Aktivitas yang sempat terhenti perlahan menemukan ritmenya kembali di tengah proses pemulihan masyarakat Aceh Tamiang.(sky)