Topiksumut.id, BINJAI – Aksi demo yang menyoal jalan rusak dan beberapa tuntutan lainnya, berakhir ricuh di Kantor Wali Kota Binjai, Sumatera Utara pada, Selasa (13/10/2026).
Koordinator Lapangan atau Aksi, Edward Gurky yang juga Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Binjai-Langkat, diduga dipukul oknum personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Sontak, peristiwa itu membuat heboh massa aksi.
Bahkan, dugaan pemukulan itu tak diterima oleh massa yang berbuntut laporan polisi ke Polres Binjai, sebagaimana tertuang dengan nomor: LP/B/560/X/2026/SPKT/Polres Binjai/Polda Sumatera Utara.
Aksi mulanya berjalan damai ketika massa menyampaikan aspirasi. Namun, situasi sedikit tidak kondusif ketika massa melakukan bakar ban.
Massa juga meminta wali kota langsung turun menemui. Kendati demikian, bawahan wali kota menemui massa tapi ditolak.
Massa mencoba menerobos masuk ke Kantor Wali Kota Binjai dengan memanjat pagar.
Gurky menjelaskan, sempat terjadi adu mulut dan saling dorong ketika massa coba menerobos masuk ke Kantor Wali Kota Binjai.
“Terjadi adu mulut dan dorong-dorongan saat massa menerobos pagar pemko, hingga terjadi (dugaan) penganiayaan hingga saya terjatuh ke belakang,” ujar Gurky seusai membuat laporan ke polisi, Rabu (14/10/2026).
Gukry menjelaskan, ada sejumlah poin yang menjadi tuntutan massa. Tuntutan utama yang dituntut massa adalah desakan perbaikan jalan yang berlubang.
Soalnya, jalan berlubang di Kota Binjai telah makan korban di Jalan Jamin Ginting, Binjai Selatan, belum lama ini.
Seorang mahasiswi dilaporkan mengalami kecelakaan dan mengalami luka berat hingga tangan kiri patah.
“Kita minta Pemko Binjai memberi prioritas perbaikan pada ruas Jalan Jamin Ginting, di mana di jalan ini telah mengakibatkan pengendara seorang mahasiswa mau berangkat kuliah, mengalami kecelakaan dan patah bagian tangan. Selain itu, juga ruas lainnya seperti di Jalan Alpukat Raya, Jalan Raimuna Raya, Jalan Wahidin Baru, Jalan Danau Tempe dan Jalan Pangeran Diponegoro,” ucap Gurky.
Tuntutan kedua, massa menuntut Pemko Binjai untuk memberikan hak pedagang kaki lima yang berjualan di Jalan Olahraga, Binjai Timur.
Adapun hak dimaksud yakni, janji manis Dana CSR Rp127 juta yang hingga kini tak kunjung terealisasi.
Lebih lanjut, massa juga mendesak Pemko Binjai memberikan beasiswa kepada putra-putri terbaik.
Lalu keempat, massa meminta untuk melakukan evaluasi total dan copot pejabat yang terbukti lalai dalam menangani infrastruktur.
Terakhir, massa mendesak untuk pemakzulan/pemberhentian kepala daerah.
“Poin-poin yang disampaikan ini merupakan aspirasi dari masyarakat dan kami suarakan,” kata Gurky.
Namun jalannya aksi berlangsung ricuh dan berbuntut laporan ke Polres Binjai.
Dalam laporannya, terlapor berinisial D diduga memukul pelapor pada bagian dada sebelah kiri dan mendorong hingga terjatuh.
Terpisah, Kasatpol PP Binjai, Arif Sihotang menepis jika anggotanya yang melakukan pengamanan, diduga memukul koorlap massa aksi.
“Tidak ada pemukulan dalam aksi demo tersebut, saya tegaskan tidak ada pemukulan. Semua personel menjalankan pengamanan aksi damai sesuai SOP,” kata Arif.
“Kalau memang ada buktinya, silahkan diserahkan ke pihak berwajib,” sambungnya.
Aksi jilid I yang dilakukan Gurky dan teman-teman, juga menuntut perbaikan jalan. Pasalnya, buruknya infrastruktur itu telah makan korban.
Dalam aksi pertama, massa juga melemparkan telur busuk ke Kantor Wali Kota Binjai sebagai bentuk kekecewaan atas kinerja pemerintah. (red)



