Topiksumut.id, LANGKAT – Sejumlah eks atau mantan pekerja di Rumah Sakit Umum (RSU) Tanjung Selamat Padang Tualang, Kabupaten Langkat, yang gajinya sempat tertunggak berbulan-bulan, akhirnya mulai dibayarkan PT Tembakau Deli Medica (TDM).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Namun penyelesaian tunggakan gaji itu belum sepenuhnya dirasakan oleh beberapa eks pekerja RSU Tanjung Selamat. Termasuk mantan kepala rumah sakit berinisial, dr NMS.

Pihak manajemen mengungkapkan, dr NMS belum menerima gaji dikarenakan masih ada hal yang harus diselesaikan dengan PT TDM.

“Masih ada kewajibannya yang harus diselesaikan. Kita kan punya audit kan, kalau itu yang tak teraudit, yang kena kami kan?,” ujar perwakilan manajemen PT TDM, drg Fadhly Fauzi.

Dijelaskan, beberapa rekannya termasuk dr NMS yang pernah mengikuti kegiatan sejenis pelatihan atau diklat belum menerima gaji karena masih dalam proses perhitungan. Hal itu dikarenakan, pihak manajemen mendahulukan biaya untuk mengikuti pelatihan atau diklat tersebut.

“Memang seyogyanya pelatihan jadi tanggung jawab rumah sakit supaya SDMnya kompeten. Atas dasar itu, terhadap kawan-kawan yang mengikuti pelatihan standar Kemenkes disepakatilah supaya mereka tetap mengabdi bekerja sesuai dengan maksud tujuan pelatihan supaya rumah sakit dapat lebih handal melayani pasien karema didukung oleh SDM yang kompeten dan bersertifikasi,” paparnya.

“Namun pada perjalanannya, ada yang resign sebelum nilai manfaat dari pelatihan kepada yang bersangkutan diterima oleh rumah sakit. Maka seyogyanya ada kesepakatan lebih dahulu mengenai pembiayaan dari rumah sakit tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu, dr NMS saat dikonfirmasi membenarkan jika ada hal yang harus diselesaikan dengan pihak rumah sakit.

“Jadi Juni atau Juli 2024, Direktur PT TDM masuk sebagai direktur. Di situ dia bilang ke saya, dokter ada gak rencana mau ambil S2. Karena sekarang menjadi kepala rusak sakit wajib S2,” ujar dr NMS, Rabu (29/7/2026).

“Jadi saya bilang izin ke suami dulu ya pak saya bilang. Jadi saya tanyak suami, diperbolehkan lah saya mengambil S2. Perkiraan saya waktu itu, gaji selama saya bekerja di rumah sakit lancar. Jadi saya bisa sambil kuliah S2,” sambungnya.

Namun di dalam perjalanannnya, ternyata berbulan-bulan gaji dr NMS tak dibayarkan oleh manajemen. Sementara ia berharap, uang kuliahnya bisa dibayarkan pakai gajinya sendiri.

“Di situ saya mau ujian, mau bayar SPP kampus, sampai akhirnya saya ngomong dengan direktur PT TDM, bisa tidak didahulukan gaji saya untuk membayar keperluan di kampus,” ucap dr NMS.

“Saya pinjam uang dari rumah sakit Rp 10 juta di Tahun 2025. Diakhir tahun yang sama, saya sampaikan ke pak direktur lagi mau bayar uang semester. Saya pinjam Rp 10 juta karena saya belum juga mendapat gaji,” tambahnya.

Pada saat itu, dr NMS ngaku gajinya yang belum dibayarkan sebesar Rp 40 jutaan.

Terakhir di Bulan April atau Mei 2026, dr NMS kembali meminjam uang Rp 7 juta untuk wisuda.

“Judulnya bukan disekolahkan ya, karena dari awal saya meminta gaji saya agar uang kuliah saya dapat diibayarkan. Jadi total pinjaman saya Rp 27 juta. Jadi sisa itulah yang saya minta sampai sekarang belum dibayarkan, alasannya masih dihitung,” kata dr NMS.

Gitupun dr NMS menjelaskan, beberapa hari yang lalu ia dihubungi oleh manajer keuangan PT TDM untuk menjelaskan rincian total keseluruhan gajinya.

“Saya gak maulah ke kantor PT TDM, ngapain lagi saya kesitu. Sementara saat ini saya kerja sampai sore. Jadi dikirim manajer keuangan rincian total keseluruhan gaji saya, dan pinjaman-pinjaman,” ucap dr NMS.

Diketahui dr NMS, sudah 12 tahun bekerja di Rumah Sakit Umum (RSU) Tanjung Selamat Padang Tualang.

Dokter yang ramah ini mulai bekerja sejak 1 Juni 2014 sampai Bulan Mei 2026.

“Mulanya saya dokter umum, cuma jadi kepala rumah sakit 3 tahun belakangan,” tutup dr NMS. (red)