Topiksumut.id, LANGKAT – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi dibeberapa provinsi, membuat beberapa provinsi lainnya terkena dampak kabut asap.
Seperti halnya di Sumatera Utara. Hampir seluruh kabupaten/kota saat ini sudah diselimuti kabut asap.
Kabut asap juga bisa menjadi pemicu terjadinya kecelakaan akibat jarak pandang yang tak begitu jelas.
Misalnya di Jalan Tol Binjai-Langsa. Di mana saat ini kualitas udara di sana cukup terdampak akibat kabut asap.
“Saat ini, belum terdapat kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar maupun di dalam kawasan Jalan Tol Binjai-Langsa. Meski kualitas udara cukup terdampak, jarak pandang masih relatif terkendali dan kondisi lalu lintas tetap normal,” ujar Plt Regional Head Sumatera Bagian Utara PT Hutama Karya, Taufiq Hidayat, Jumat (16/10/2026).
Lanjut Taufiq, Hutama Karya pun mengimbau pengguna jalan untuk tetap berhati-hati, menyesuaikan kecepatan dengan kondisi di lapangan, menjaga jarak aman, serta memperhatikan rambu dan arahan petugas.
“Apabila jarak pandang menurun, hindari berhenti di bahu jalan dan beristirahatlah di tempat yang aman,” ucap Taufiq.
“Pengguna jalan juga diharapkan tidak membuang puntung rokok atau benda lain yang dapat memicu kebakaran,” sambungnya.
Diketahui Dinas Kesehatan mengatakan jika kualitas udara di Kota Binjai, Sumatera Utara, akibat kabut asap beberapa hari ini, dalam kondisi sangat tidak sehat.
Kondisi itu berdasarkan alat partikulat meter yang mengukur kualitas udara.
Dinas Kesehatan Kota Binjai sudah menyebarkan imbauan kepada masyarakat terkait kondisi kualitas udara yang menyelimuti Kota Binjai.
Bahkan Dinas Kesegatan Binjai sudah memerintahkan seluruh puskesmas di Kota Binjai, untuk melakukan sosialisasi terkait bahaya asap dan sekaligus membagikan masker.
Adapun imbauan yang dimaksud ialah, agar masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar, mengurangi aktivitas di luar kemudian banyak minum air putih, vitamin, dan mengurangi hal-hal yang menambah buruknya kualitas udara. (red)



