Topiksumut.id, SIBOLGA – Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Kota Sibolga mengandalkan D’Nauli Festival 2026 sebagai salah satu upaya menggerakkan ekonomi pesisir, memperkuat daya saing UMKM, dan memperluas penggunaan transaksi digital.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Festival yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 di Lapangan Simare-mare, Sibolga, ini digelar di tengah upaya mendorong pemulihan ekonomi daerah.

Upaya tersebut sejalan dengan perkembangan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang terus menunjukkan pertumbuhan.

Hingga Agustus 2026, jumlah merchant QRIS di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sibolga tercatat mencapai 240.818 merchant, melampaui target tahunan sebanyak 223.967 merchant.

Capaian itu setara dengan 107,52 persen dari target yang ditetapkan. Sementara itu, volume transaksi QRIS secara kumulatif hingga Agustus 2026 mencapai sekitar 19,86 juta transaksi.

Mengusung tema “Sinergi Bangkit dari Pesisir, untuk Kemajuan Ekonomi Keuangan Digital Daerah”, D’Nauli Festival menjadi ruang kolaborasi pemerintah daerah, perbankan, industri sistem pembayaran, komunitas, dan pelaku usaha untuk memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat.

Kepala KPwBI Sibolga, Riza Putera, mengatakan festival tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi produk lokal, tetapi juga sarana mempercepat transformasi digital, memperkuat daya saing UMKM, dan mendukung pemulihan ekonomi daerah.

Menurutnya, perluasan penggunaan pembayaran digital harus berjalan beriringan dengan peningkatan produktivitas pelaku usaha agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

28 Booth UMKM Ramaikan Festival

D’Nauli Festival 2026 menghadirkan sekitar 28 booth UMKM yang menawarkan beragam produk unggulan daerah. Kehadiran stan-stan tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, menjangkau konsumen baru, dan meningkatkan transaksi penjualan.

Festival ini juga diramaikan dengan berbagai kegiatan, antara lain D’Nauli EduQasi, QRISTAINMENT, D’Nauli Market 4.0, QRIS Tap Fun Run sejauh 5,2 kilometer, serta kompetisi basket 3 on 3 QRIS.

Sejumlah kegiatan komunitas turut memeriahkan acara, mulai dari BMX Exhibition, Skateboard Jam, lomba menggambar dan mewarnai, Zumba, Nauli Coffee Festival: Road to Jakarta Coffee Festival, hingga Sibolga Modification Contest 2026.

Rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk mendekatkan masyarakat dengan ekosistem pembayaran digital melalui aktivitas perdagangan, olahraga, hiburan, dan promosi produk lokal.

Dengan keterlibatan berbagai kelompok masyarakat, festival ini diharapkan mampu memperluas pemanfaatan QRIS sekaligus memberikan ruang promosi yang lebih besar bagi UMKM Sibolga dan sekitarnya.

Transaksi Digital Terus Diperluas

Selain mendorong pertumbuhan jumlah merchant, BI Sibolga juga menekankan pentingnya peningkatan transaksi aktif.

Pasalnya, keberhasilan digitalisasi tidak cukup diukur dari banyaknya pelaku usaha yang terdaftar, tetapi juga dari konsistensi penggunaan sistem pembayaran digital dalam kegiatan sehari-hari.

Karena itu, pendampingan UMKM, peningkatan literasi keuangan digital, serta edukasi mengenai keamanan transaksi menjadi bagian penting dari upaya memperluas ekosistem pembayaran digital.

Di sisi pemerintah daerah, percepatan elektronifikasi transaksi juga terus didorong, terutama dalam pembayaran pajak dan retribusi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kemudahan pelayanan, transparansi pengelolaan keuangan, dan optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD).

BI juga terus mendorong pengembangan berbagai inovasi pembayaran, termasuk QRIS Tap dan QRIS Cross Border, untuk mendukung kemudahan transaksi serta membuka peluang yang lebih luas bagi perdagangan, kuliner, dan pariwisata.

Melalui D’Nauli Festival 2026, BI Sibolga dan Pemko Sibolga berharap digitalisasi tidak berhenti pada peningkatan jumlah pengguna dan merchant, tetapi berkembang menjadi penggerak transaksi riil, penguatan UMKM, serta pertumbuhan ekonomi pesisir yang inklusif dan berkelanjutan. (uki)