Topiksumut.id, MEDAN – Regale International Convention Center Medan dan Taipan Restaurant dengan bangga kembali menyelenggarakan acara ‘GIGA WEDDING FEST 2026’ berkolaborasi dengan SIGNATURE PLANNER & MARRIAGE STORY serta dikonsep oleh PRIME CONCEPTOR.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Acara ini akan berlangsung pada tanggal 8-10 Oktober 2026 di Pavilion Regale International Convention Center Medan mulai pukul 10.00-20.00 WIB setiap harinya.

Acara ini turut dihadiri oleh para Executive Director dari masing-masing partner, yaitu Fera Mokz selaku Executive Director of Signature Planner, Reni Mait selaku Executive Director of Marriage Story, serta Fredi Wong selaku Executive Director of Prime Conceptor dan Mina Angkasa dari Regale International Convention Center Medan.

Ada lebih dari 50 vendor ternama yang berpartisipasi, yang akan memberikan penawaran terbaik bagi pasangan yang memulai perjalanan menuju hari bahagia mereka, yaitu pernikahan.

Executive Director Signature Planner, Fera Mokz pada Rabu (7/10) mengatakan, Giga Wedding Fest bukan sekadar pameran kebutuhan pernikahan, tetapi menjadi perayaan atas kerja keras, kreativitas dan kekompakan para pelaku industri wedding di Kota Medan.

“Bagi saya, ini bukan hanya opening sebuah wedding expo, tetapi sebuah perayaan. Perayaan dari kerja keras, kreativitas, dan yang paling penting kekompakan dari para vendor wedding di Kota Medan,” ujar Fera.

Kolaborasi antar pelaku industri wedding, sambungnya, menjadi bagian penting untuk menghadirkan pengalaman yang lebih baik bagi calon pengantin.

Oleh karena itu, ia berharap Giga Wedding Fest tidak hanya menjadi tempat bertemunya vendor dengan calon klien, tetapi juga ruang untuk menampilkan karya, ide, kreativitas dan pengalaman.

Sementara itu, Executive Director Prime Conceptor, Fredi Wong menjelaskan, tema Sky Between Us yang diambil terinspirasi dari perjalanan cinta dua insan yang memiliki berbagai fase emosi.

“Sky Between Us ini melambangkan emosi dari jiwa manusia. Bagaimana dua insan ketika mereka bertumbuh dalam cinta, melewati badai, penuh harapan, melewati berbagai situasi, hingga akhirnya menemukan cinta sejatinya,” ujarnya.

Konsep tersebut kemudian diterjemahkan melalui lima atmosfer yang menggambarkan tahapan perjalanan cinta.

Salahsatunya Morning Haze, yang merepresentasikan keheningan sebuah awal ketika perasaan mulai tumbuh secara perlahan.

Kemudian, After The Rainbow menggambarkan harapan, kebahagiaan dan keindahan setelah melewati badai.

Atmosfer lainnya menggambarkan gejolak emosi, keraguan, kehangatan, kerinduan, kelembutan hingga keabadian dalam sebuah hubungan.

Fredi mengatakan, konsep tersebut sengaja dibuat lebih berani dan kreatif untuk mengikuti perkembangan tren pernikahan, khususnya di kalangan generasi Z.

“Untuk 2026 ini, tema pernikahan apalagi di generasi Gen Z, semuanya lebih bold. Mereka lebih berani mengambil tema-tema atau ide-ide baru yang lebih kreatif dan out of the box,” katanya.

Disebutkannya, Sky Between Us mencoba menghadirkan desain yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki narasi yang dekat dengan kehidupan manusia, khususnya perjalanan cinta.

“Lima langit, lima emosi, satu perjalanan menuju cinta yang sejati,” tutur Fredi.
Executive Director Marriage Story, Reni Mait menambahkan, setiap detail dalam expo dirancang dengan konsep yang memiliki tujuan, bukan sekadar menghadirkan dekorasi dan pencahayaan.

“Wedding itu bukan hanya sekadar mengeluarkan uang untuk dekorasi atau memakai lighting banyak-banyak. Setiap detail itu kita pikirkan,” pungkasnya.

Reni mengatakan, pengalaman calon pengantin tidak hanya ditentukan oleh pelayanan, tetapi juga suasana, ambience dan konsep yang dibangun secara menyeluruh.

“Lighting banyak, semua klien bisa pakai. Tapi apakah penempatannya sesuai, warnanya apa, sesuai dengan mood konsepnya atau tidak. Itu yang membedakan kami dan menjadi cerminan dari setiap expo kami,” tandasnya.

Ia berharap, Giga Wedding Fest dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi bagi industri pernikahan di Medan, Sumatera, nasional, bahkan internasional.

“Selain menjadi tempat calon pengantin mencari kebutuhan pernikahan, Giga Wedding Fest 2026 juga diharapkan memperkuat hubungan dan kolaborasi para pelaku industri wedding, baik di Medan maupun di luar daerah,” tutupnya. (red)