Topiksumut.id, ACEH TAMIANG – Hujan yang turun tanpa henti sejak 25 November 2025 mengubah hari-hari tenang di Aceh Tamiang menjadi situasi darurat. Banjir bandang melanda sejumlah wilayah, merendam permukiman warga, memutus akses jalan dan telekomunikasi, dan memaksa ribuan orang bertahan dalam keterbatasan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Layanan internet dan WiFi gratis bagi warga di kawasan Hunian Sementara (Huntara) guna mendukung proses pemulihan pascabencana. Fasilitas digital shelter ini difungsikan agar masyarakat tetap terhubung dengan keluarga, dapat memantau informasi bantuan, serta membantu kebutuhan pendidikan digital bagi anak-anak korban bencana.

Seorang anak menangkap sinyal wifi gratis yang terpasang di rumah hunian sementara (Huntara) korban banjir yang berlokasi di Desa Simpang Empat Upah, Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh pada 11 September 2026. Kementerian Komunikasi dan Digital menambah layanan internet di kawasan hunian sementara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang, agar anak-anak terdampak bencana tetap memperoleh akses pembelajaran secara digital.Topiksumut.id/Risky Cahyadi

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menjelaskan, pemerintah berupaya memastikan jaringan komunikasi di daerah terdampak bencana tidak hanya tetap berfungsi, tetapi juga mampu mendukung kebutuhan masyarakat, khususnya akses pendidikan bagi anak-anak.

Dua anak belajar dengan menggunakan jaringan internet gratis di rumah hunian sementara (Huntara) korban banjir yang berlokasi di Desa Simpang Empat Upah, Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh pada 11 September 2026. Kementerian Komunikasi dan Digital menambah layanan internet di kawasan hunian sementara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang, agar anak-anak terdampak bencana tetap memperoleh akses pembelajaran secara digital.Topiksumut.id/Risky Cahyadi

“Kami melihat perlunya ada penambahan penguatan kualitas layanan telekomunikasi. Kemungkinan kita akan berkoordinasi dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Komdigi untuk menambah sejumlah access point internet di kawasan ini. Nantinya bisa digunakan untuk anak-anak kita yang berada di Huntara agar mereka bisa menggunakan fasilitas internet untuk membantu kegiatan belajar,” ujar Wamen Nezar Patria saat meninjau Huntara Kagama Peduli di Kampung Sekumur, Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (5/7) lalu.

Warga berkomunikasi menggunakan jaringan wif gratis yang disediakan Komdigi di rumah hunian sementara (Huntara) korban banjir yang berlokasi di Desa Simpang Empat Upah, Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh pada 11 September 2026. Kementerian Komunikasi dan Digital menambah layanan internet di kawasan hunian sementara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang, agar anak-anak terdampak bencana tetap memperoleh akses pembelajaran secara digital.Topiksumut.id/Risky Cahyadi

Menurut Nezar, keberadaan jaringan internet di wilayah yang terdampak bencana kini memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar menunjang komunikasi dalam situasi darurat. Konektivitas juga berperan menjaga keberlangsungan pendidikan, mendukung proses pemulihan sosial masyarakat, sekaligus mempermudah akses terhadap berbagai layanan digital selama warga menetap di hunian sementara.

Warga berada di rumah hunian sementara (Huntara) korban banjir yang berlokasi di Desa Simpang Empat Upah, Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh pada 11 September 2026. Kementerian Komunikasi dan Digital menambah layanan internet di kawasan hunian sementara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang, agar anak-anak terdampak bencana tetap memperoleh akses pembelajaran secara digital.Topiksumut.id/Risky Cahyadi

Melalui upaya penguatan infrastruktur digital di kawasan terdampak bencana, pemerintah berharap masyarakat dapat merasakan manfaat transformasi digital secara langsung. Salah satu fokus utamanya ialah memastikan kegiatan belajar anak-anak tetap berjalan meski mereka masih tinggal di hunian sementara.(sky)