Topiksumut.id, LANGKAT – Sejumlah wilayah di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, kembali terendam banjir setinggi dua meter.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Salahsatunya Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat. Wilayah tersebut terendam banjir sejak, Minggu (6/9/2026).

“Yang terendam banjir di Desa Sekoci, Dusun I Sekoci, Dusun Sidodadi, Dusun Pante Pulo, dan Dusun Seijambu,” ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Langkat, Muhammad Ansyari, Senin (7/9/2026).

@topik_sumut

Dusun Sidodadi, Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, kembali terendam banjir, Minggu (6/9/2026). Sumber video: Suriadi #topiksumut #viral #langkat #banjir #sumaterautara

♬ suara asli – Topik Sumut – Topik Sumut

Lanjut Ansyari, banjir terjadi berawal dari curah hujan dengan intensitas tinggi yang turun secara terus-menerus di wilayah sekitar Desa Sekoci, dan daerah hulu.

Sehingga debit air meningkat dan meluap ke permukiman warga.

“Kondisi diperparah dengan bertepatannya pasang tinggi air laut di muara sungai, menyebabkan air tidak dapat mengalir lancar ke laut dan justru kembali meluap ke daratan,” ucap Ansyari.

“Air mulai memasuki pemukiman sejak Minggu dini hari. Dan untuk saat ini air sudah surut,” sambungnya.

Masyarakat yang sempat mengungsi, Ansyari menambahkan, saat ini sudah kembali ke rumah masing-masing.

“Tidak ada aporan korban jiwa. Namun jumlah KK yang terdampak lebih kurang 228 KK,” ujar Ansyari.

Selain Desa Sekoci, Ansyari pun menjelaskan jika terdapat wilayah atau kecamatan lain yang terdampak banjir.

“Ada Kecamatan Padang Tulang, Sawit Seberang dan Tanjung Pura. Namun debit air tidak tinggi. Hanya merendam teras rumah masyarakat,” ucap Ansyari.

Sementara itu Kalaksa BPBD Langkat menjelaskan jika pihaknya terus memantau memonitor perkembangan situasi langsung di lapangan.

Tim BPBD turun langsung ke lokasi dengan membawa logistik Slsembako serta membawa perahu apabila diperlukan untuk melakukan evakuasi.

“Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, polsek, koramil, dan puskesmas untuk kesiapan penanganan. Menyiapkan personel dan sarana prasarana (perahu karet, mobil tangki air, perlengkapan darurat) untuk antisipasi evakuasi apabila kondisi memburuk. Memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada dan bersiap evakuasi sewaktu-waktu,” ujar Ansyari. (red)