Topiksumut.id, BINJAI – Enam rumah di Jalan Raimin, Kelurahan Timbang Langkat, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Sumatera Utara, ludes terbakar.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Polisi pun masih mendalami penyebab asal api saat menghanguskan bangunan semi permanen itu pada, Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.

“Menurut keterangan saksi-saksi bahwa asal api berasal dari salahsatu rumah milik Yusrizal. Diduga akibat korsleting arus listrik yang menyambar dinding rumah yang terbuat dari triplek,” ujar Kapolsek Binjai Timur, AKP Gusli Effendi, Jumat (14/8/2026).

“Kemudian api menyambar ke kasur yang terbuat dari bahan busa, sehingga api membesar dan ikut membakar rumah milik para tetangga,” sambungnya.

Alhasil kepulan asap pun tampak berasal dari rumah Yusrizal dan rumah milik Erwin Toni.

“Pemilik rumah pun berteriak kebakaran. Warga yang melihat kejadian tersebut langsung berupaya melakukan evakuasi dan pemadaman dengan alat seadanya,” ucap Gusli.

Pada pukul 18.45 WIB,, api berhasil dipadamkan dengan menggunakan empat unit mobil damkar BPBD Kota Binjai.

“Dalam peristiwa kebakaran tersebut, tidak ada korban jiwa. Namun kerugian materil lebih kurang Rp 600 juta,” kata Gusli.

Dikabarkan sebelumnya Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Binjai, Rudi Iskandar menjelaskan, terdapat sembilan KK dan 24 jiwa terkena dampak kebakaran enam unit rumah.

Lanjut Rudi, tidak ada korban luka dalam peristiwa kebakaran itu.

Namun Rudi belum dalam memastikan penyebab kebakaran tersebut. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan.

“Kami dari damkar belum menerima laporan dari pihak kepolisian apa penyebab kebakaran itu,” ucap Rudi.

Rudi pun membeberkan beberapa kendala atau kesulitan saat memadamkan api yang melahap enam unit rumah.

“Kesulitan petugas damkar saat memadamkan api, yang pertama karena banyaknya masyarakat yang menumpuk disekitar lokasi kejadian untuk melihat kebakaran. Jadi jalur untuk mengevakuasi agak susah,” ujar Rudi.

“Yang kedua kami mohon maaf agak telat karena jalan terdekat dengan lokasi kebakaran di portal. Jadi kami terpaksa memutar menggunakan jalur lain,” sambungnya.

Sedangkan itu, Kalaksa BPBD ini menjelaskan ada enam unit mobil damkar yang diturunkan untuk memadamkan api.

Sementara itu, sesuaiarahan wali kota dan wakil wali Kota Binjai, untuk melayani warga terdampak kebakaran, BPBD bersama forkopimcam mendirikan posko.

“Dan dinas kesehatan juga langsung action untuk memeriksa kesehatan korban. Untuk makan selama tiga hari akan ditanggung pihak damkar dari pagi, siang, dan malam,” tutup Rudi. (red)