Topiksumut.id, LANGKAT – Upaya menanamkan kesadaran ekologis sejak dini terus dilakukan Universitas Negeri Medan (Unimed) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unimed menggelar program pemberdayaan berbasis literasi lingkungan bagi pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Perkampungan Darussalam, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Rabu (17/6).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran TBM Darussalam sebagai pusat pembelajaran masyarakat yang tidak hanya berfokus pada peningkatan minat baca, tetapi juga membangun budaya peduli lingkungan. Melalui program ini, literasi lingkungan diperkenalkan sebagai bagian penting dari aktivitas pendidikan masyarakat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Program pengabdian tersebut diketuai oleh Mahfuzi Irwan, S.Pd., M.Pd., bersama anggota tim yang terdiri dari Dra. Rosdiana, M.Pd., Prof. Dr. Yusnadi, M.S., dan Christine Helena Natalia, S.Pd., M.Hum. Kegiatan turut didampingi perwakilan LPPM Unimed, Irfan Nasution, S.Pd., serta sejumlah mahasiswa, yakni Dimas Istiqo Anggoro, David Siregar, Fredy Adrian Saragih, Fira Aprilia, dan Kaniwa Silvyani.
Acara diawali dengan sesi ramah tamah dan perkenalan antara tim LPPM Unimed, pengelola TBM Darussalam, serta perwakilan Pemerintah Desa Darussalam. Suasana hangat dan penuh antusiasme terlihat sejak awal kegiatan, menandakan tingginya minat masyarakat terhadap isu lingkungan yang semakin relevan saat ini.
Pada sesi utama, peserta memperoleh materi edukatif dari dua narasumber. Vidya Dwi Amalia Zati, S.S., M.Hum., memaparkan pentingnya peran perempuan dan anak dalam menjaga kelestarian bumi serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana alam. Sementara itu, Tegar Anggi Handika, M.Pd., menjelaskan urgensi literasi lingkungan sebagai kemampuan memahami, menganalisis, dan mengambil tindakan nyata terhadap berbagai persoalan lingkungan.
Menurut Tegar, literasi lingkungan tidak hanya sebatas pengetahuan, tetapi juga membentuk sikap dan perilaku yang bertanggung jawab terhadap alam. Karena itu, keberadaan TBM memiliki posisi penting sebagai ruang belajar masyarakat untuk menumbuhkan kebiasaan ramah lingkungan melalui kegiatan membaca, diskusi, praktik daur ulang, penghijauan, hingga pengelolaan sampah.
Materi tersebut kemudian diperdalam melalui Focus Group Discussion (FGD) Sekolah Ekologi. Dalam forum ini, pengelola TBM bersama warga desa menyusun berbagai gagasan dan aksi nyata yang dapat dijalankan secara berkelanjutan. Beberapa program yang dibahas antara lain pojok baca lingkungan, gerakan menanam pohon, edukasi pengurangan sampah plastik, serta kegiatan belajar berbasis alam bagi anak-anak.
Ketua Tim Pengabdian, Mahfuzi Irwan, menegaskan bahwa TBM Darussalam memiliki potensi besar untuk menjadi pusat peradaban hijau di desa. Menurutnya, pendekatan ekopedagogi yang diterapkan akan membantu membangun generasi yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan. “Melalui TBM, kami berharap masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang lingkungan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Literasi lingkungan harus diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti mengurangi sampah plastik, menjaga kebersihan lingkungan, menanam pohon, serta memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana. Jika kebiasaan ini ditanamkan sejak kecil, maka akan lahir generasi yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan. Kami berharap TBM Darussalam dapat menjadi model pengembangan literasi lingkungan berbasis masyarakat. Ketika budaya membaca dipadukan dengan budaya mencintai lingkungan, maka akan lahir masyarakat yang cerdas, berdaya, dan memiliki kesadaran ekologis yang kuat untuk mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan,” ujar Mahfuzi.
Ketua TBM Darussalam, Abdul Muluk Lubis, SH. menyambut positif program tersebut. Ia menilai materi dan diskusi yang diberikan membuka wawasan baru mengenai peran strategis TBM dalam membentuk generasi cinta lingkungan. “Selama ini masyarakat mengenal TBM sebagai tempat membaca dan belajar. Melalui program dari LPPM Unimed ini, kami mendapatkan pemahaman bahwa TBM juga dapat menjadi pusat edukasi lingkungan yang mampu menggerakkan masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian alam. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi saat ini dan memberikan banyak inspirasi bagi kami untuk mengembangkan program-program kreatif berbasis lingkungan di TBM Darussalam.”
Selain itu, tokoh Perkampungan Darussalam, Kholiqul Ritonga, ST., turut mengapresiasi kepedulian dan kontribusi yang diberikan oleh civitas akademika Unimed kepada masyarakat desa. Menurutnya, kehadiran perguruan tinggi secara langsung di tengah masyarakat menjadi motivasi tersendiri dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kepedulian terhadap lingkungan. “Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan, ilmu, serta pendampingan yang diberikan kepada warga Desa Darussalam. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena tidak hanya menambah pengetahuan masyarakat, tetapi juga mendorong lahirnya kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan. Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh hari ini dapat menjadi gerakan positif yang berkelanjutan dalam membangun desa yang lebih maju, bersih, dan berwawasan lingkungan,” ungkap Kholiqul Ritonga.
Sebagai bentuk dukungan nyata, kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan fasilitas belajar dari LPPM Unimed berupa ratusan buku bertema lingkungan, alat tulis, karpet, serta perlengkapan belajar lainnya. Bantuan ini diharapkan semakin memperkuat program literasi lingkungan di TBM Darussalam dan menjadikannya pusat edukasi masyarakat yang aktif dalam menjaga kelestarian alam.(*)



