
Alat berat saat melakukan pencarian korban ledakan di Komplek Grand Polonia, Medan, Sumatera Utara, Selasa (21/7/2026) Siang. Berdasarkan data dari Basarnas Kota Medan, akibat ledakan yang diduga dari pipa gas tersebut satu orang meninggal dunia dan empat orang luka ringan serta dua orang belum ditemukan. (Foto : Topik Sumut/Rainal Siregar)

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika mengatakan, pihaknya beroperasi dengan membawa peralatan Urban Search and Rescue (USAR) untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi. (Foto : Topik Sumut/Rainal Siregar)

“Ada 15 personel kami turunkan. Di lokasi kami berkoordinasi dengan Brimob Polda Sumut, TNI Angkatan Udara, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan,” kata Hery dalam keterangan resmi, dilansir dari Kompas.com, Selasa (21/7/2026). (Foto : Topik Sumut/Rainal Siregar)

Herry menjelaskan, timnya dibagi menjadi tiga. Pertama, ada yang melaksanakan pencarian dan identifikasi korban menggunakan drone thermal guna mendeteksi kemungkinan keberadaan korban di bawah material bangunan. Kedua, melakukan pencarian dan evakuasi dengan metode Area Search Rescue (ASR) 1 melalui sektorisasi area serta identifikasi potensi bahaya di sekitar lokasi. Ketiga, melaksanakan pencarian secara cepat pada titik-titik prioritas menggunakan peralatan ekstrikasi untuk membuka akses menuju lokasi yang diduga menjadi posisi korban. (Foto : Topik Sumut/Rainal Siregar)

Garis polisi telah dipasang di area sekitaran Komplek Grand Polonia, Medan, Sumatera Utara, Selasa (21/7/2026) Siang. Berdasarkan data dari Basarnas Kota Medan, akibat ledakan yang diduga dari pipa gas tersebut satu orang meninggal dunia dan empat orang luka ringan serta dua orang belum ditemukan. (Foto : Topik Sumut/Rainal Siregar)


