Topiksumut.id, BINJAI – Berita menggemparkan kembali terjadi di dunia pendidikan, khususnya di SMA Negeri 2 Binjai.
Pasalnya oknum guru yang mengajar di sekolah tersebut berinisial Y, dilaporkan ke Polres Binjai atas dugaan penganiayaan terhadap siswa.
Laporan itu tertuang dengan nomor: LP/B/510/IX/2026/SPKT/Polres Binjai/Polda Sumatera Utara.
Informasi dirangkum, peristiwa dugaan penganiyaan yang menimpa korban, diduga terjadi di lingkungan sekolah, Jalan Padang, Kelurahan Rambung Dalam, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai, Sumatera Utara, Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 16.15 WIB.
Belum diketahui persis, motif dugaan penganiayaan ini terjadi.
Namun akibag dugaan tersebut, korban sempat dilarikan ke rumah sakit atas dugaan penganiayaan tersebut.
Kanit PPA Polres Binjai, Iptu Yon Edi tak berkomentar panjang ketika dikonfirmasi soal ini.
“Satu pintu di Humas,” ujar Edi, Jumat (25/9/2026).
Kasi Humas Polres Binjai, Iptu Mimpin Ginting juga memberikan jawaban normatif.
“Kita tunggu saja hasil penyelidikan Satreskrim sesuai dengan prosedur hukum,” ucap Mimpin.
Terpisah, wartawan melakukan pendalaman dengan mendatangi SMA Negeri 2 Binjai. Setibanya di sekolah, Kepala SMA Negeri 2 Binjai, Juliana br Sitepu kaget mendengar informasi dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum guru.
“Saya belum tau ini kejadiannya, sumpah. Biasanya kalau ada kejadian, langsung pada tau,” kata Juliana.
Mendapat informasi yang baru diketahuinya, Juliana memanggil guru lain. Kepada wartawan, kabar dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oknum guru itu telah menjadi perbincangan hangat.
Namun karena belum pasti, kabar itu tak sampai ke telinga Juliana.
“Atas informasi ini, coba akan saya panggil gurunya,” ucap Juliana.
Sepengetahuan Juliana, korban masuk dalam kategori siswa baik, tidak bandal. Korban merupakan pindahan dari salah satu sekolah negeri di Kota Medan dan masuk saat duduk di bangku XI.
Kini, korban duduk dj bangku sekolah kelas XII.
“Kalau kejadiannya Rabu (16/9/2026), Kamis (17/9/2026) memang tidak masuk dan Jum’at (18/9/2026) masuk (korban), tapi tidak terlihat tanda-tanda (kalau diduga dianiaya),” ujar Juliana.
Namun demikian, korban saat ini tidak masuk sekolah karena sakit. Surat sakit dari korban juga dikeluarkan oleh RS Bidadari.
“Dari Senin (21/9/2026) sampai sekarang tidak masuk. Memang ada rencana, mau dijenguk, karena kami tidak tau sakit apa,” ucap Juliana. (red)



