Topiksumut.id, SIBOLGA – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Ahmad Qosbi, bersama Kepala Kemenag Kota Sibolga, Muhammad Rosyadi Lubis, S.HI, dan Kepala Kemenag Kabupaten Tapanuli Tengah, melakukan peninjauan langsung ke Masjid Agung Sibolga, Kamis (6/11/2025).
Kunjungan tersebut bertujuan mengklarifikasi berbagai informasi simpang siur yang beredar di masyarakat terkait peristiwa tindak kriminal yang terjadi di masjid tersebut. Turut hadir Kasat Intelkam Polres Sibolga yang memberikan penjelasan mengenai kronologi awal kejadian hingga tindakan para pelaku terhadap korban. Penjelasan dilakukan secara terbuka sebagai bentuk transparansi dan pelurusan fakta publik.
Dalam keterangannya, KaKanwil Kemenag Sumut Ahmad Qosbi menegaskan bahwa masjid harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menenteramkan bagi umat Islam dalam beribadah maupun beristirahat. Ia menepis berbagai isu yang mencoba mengaitkan insiden tersebut dengan unsur agama atau SARA.
“Peristiwa di Masjid Agung Sibolga ini murni tindakan kriminal, tidak ada kaitan sama sekali dengan agama, suku, budaya, atau politik,” tegas Ahmad Qosbi.
Beliau juga menjelaskan bahwa korban bukan mahasiswa sebagaimana kabar yang beredar, melainkan warga Tapanuli Tengah yang berdomisili di Sibuluan dan bekerja sebagai nelayan di Kota Sibolga.
Sementara itu, Kepala Kemenag Kota Sibolga, Muhammad Rosyadi Lubis, S.HI, mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial, terutama dalam menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Rumah ibadah adalah tempat suci untuk beribadah dan bersilaturahmi. Mari kita jaga kehormatan masjid, serta jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar,” ujar Rosyadi.
Ia menambahkan, sikap bijak dalam bermedia sosial sangat penting untuk mencegah penyebaran hoaks yang dapat menimbulkan keresahan dan perpecahan di tengah masyarakat.(suk)








