Topiksumut.id, LANGKAT – Jalan alternatif Langkat-Karo yang nyaris putus akan diperbaiki pada Bulan Oktober 2026.
Hal ini disampaikan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution saat meninjau langsung jalan yang longsor tepatnya di Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, pada Jumat (11/9/2026) sore.
Dalam tinjauan Bobby turut didampingi Plt Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti.
Di tengah guyuran hujan, Tiorita bersama Bobby melihat langsung kondisi jalan yang longsor beberapa hari yang lalu.
Kerusakan tersebut membuat jalan menyempit dan kendaraan yang melintas harus bergantian.

Diketahui jalan alternatif Langkat-Karo mendapat perhatian serius karena merupakan salah satu akses penting yang menghubungkan masyarakat kedua kabupaten sekaligus menopang aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.
“Itu membahayakan untuk masyarakat yang melintas,” ujar Tiorita, Sabtu (12/9/2026).
Lanjut Tiorita, ia memastikan Pemerintah Kabupaten Langkat segera bergerak menangani jaringan pipa air yang terputus agar kebutuhan air bersih masyarakat kembali terpenuhi.
“Kami akan memperbaiki dulu, pipa yang terputus. Biar masyarakat dapat air bersih,” ucap Tiorita.
Tiorita juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sumatera Utara atas respons cepat terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat Langkat, khususnya terkait kondisi jalur alternatif Langkat-Karo.
“Terima kasih pak, kami sangat mengapresiasi gerak cepat Gubernur Sumatera Utara. Semoga Bapak diberikan kesehatan dan kekuatan dalam memimpin Sumatera Utara lebih baik ke depannya,” kata Tiorita.
Bagi masyarakat Langkat dan Karo, jalan alternatif tersebut bukan sekadar akses penghubung antarwilayah.

Jala ini menjadi bagian penting dalam mendukung pergerakan masyarakat, distribusi barang, hasil pertanian, serta aktivitas ekonomi kedua daerah.
Karena itu, penanganan longsor menjadi kebutuhan mendesak untuk memastikan konektivitas Langkat-Karo kembali aman dan lancar.
Sementara perbaikan permanen ditargetkan mulai dikerjakan Oktober 2026, Pemkab Langkat akan terlebih dahulu menangani jaringan pipa air yang terputus sebagai langkah cepat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Sementara itu, Bobby Nasution memastikan perbaikan permanen jalan alternatif Langkat-Karo segera dilakukan.
“Ini akan segera kami kerjakan karena ini merupakan akses penting. Perbaikan permanen ditargetkan mulai dikerjakan pada Oktober 2026,” ujar Bobby.
Kepastian tersebut disambut positif masyarakat yang sejak beberapa hari terakhir harus menghadapi kondisi jalan yang menyempit akibat longsor.
Bobby juga meminta agar dampak longsor terhadap kebutuhan dasar masyarakat tidak menunggu hingga pekerjaan permanen jalan dimulai.
Salah satu persoalan yang harus segera ditangani adalah terputusnya jaringan pipa air akibat longsor.
“Sembari menunggu pekerjaan permanen dimulai, akses air yang terputus akibat jalan longsor untuk ditangani juga oleh Pemerintah Kabupaten Langkat,” ucap Bobby. (red)



