Topiksumut.id, BINJAI – Angkringan yang berada disekitar Lapangan Merdeka di Jalan Sudirman, Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai, Sumatera Utara, kian meresahkan masyarakat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Teranyar video seorang emak-emak viral di media sosial (Medsos). Pasalnya ia mengeluhkan keberadaan angkringan tersebut.

“Gak akan ada lagi dan gak akan bisa lagi kita menikmati masa-masa santai mamak-mamak, bapak-bapak, yang biasanya duduk-duduk di Tanah Lapang Merdeka Binjai di malam hari,” narasi emak-emak di dalam video dilihat wartawan, Selasa (11/8/2026).

“Karena apa? Karena sudah tertutup sama angkringan-angkringan yang banyak itu. Bukan menolak UMKM, bukan. Hanya saja saya merasa kurang tepat tempatnya. Yang harusnya trotoar itu menjadi hak pejalan kaki, tertutup sama angkringan,” sambungnya.

Kemudian menurut emak itu, hal serupa juga terjadi di Taman Remaja.

Taman itu pun sudah dipenuhi dengan angkringan. Biasanya ia selalu membawa anak-anaknya untuk menikmati air pancur warna-warni, yang di mana hari ini sudah tidak bisa ia rasakan lagi bersama keluarga kecilnya.

“Biasa saya selalu membawa anak-anak Taman Remaja, menikmati air mancur warna-warni, ini udah gak ada. Di bundarannya itu, sudah disusun bangku-bangku angkringan,” ucapnya.

Mirisnya lagi, bangku yang terpasang disekitar Lapangan Merdeka Binjai, yang seyogyanya untuk masyarakat bersantai, malah dimanfaatkan oknum pelaku usaha.

“Yang lucunya bangku yang sudah tersedia di tanah lapang, eh di depannya sudah dikasih meja dan kursi angkringan. Opo iyo, duduk-duduk gini gak jajan, ya isin (malu),” ujarnya.

“Ingat pak, warga Binjai itu bukan Gen Z aja yang suka nongkrong di angkringan. Ada mamak-mamak milenial seperti kami yang suka duduk-duduk tenang, menikmati nengok-nengok jalan,” tambahnya.

Namun hal itu sudah tak bisa dirasakan emak-emak akibat menjamurnya angkringan itu.

“Seharian penat kerja kami pak, kami pingin bersantai di sini malam. Kadang bontot dari rumah, makan-makan aku di sini, sekarang apa gak ada tempatnya lagi, heran aku kadang,” katanya.

Bahkan pedagang kaki lima (PKL) dahulunya yang berdagang disekitar Lapangan Merdeka Binjai sempat digusur.

Padahal waktu itu PKL yang berjualan disekitar Lapangan Merdeka Binjai menggunakan gerobak sorong.

Tetapi hal itu berbanding terbalik dengan angkringan yang diduga mendapat perlakukan yang istimewa.

“Dulu aja PKL-PKL di sini pada digusurin, eh gak taunya jadi tempat pedagang kaki lima juga. Yang gerobak dan becak-becak itu yang dorong-dorong kena razia Satpol PP. Malah yang mangkal-mangkal aman. Macet pak macet, awak lewat pun susah, macemana mau kita buat ini pak, macemana,” ucapnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Kota Binjai, Arif Sihotang saat dikonfirmasi belum merespon.

Pesan yang dikirimkan ke Arif melalui WhatsApp juga belum dibalas yang bersangkutan. (red)