Topiksumut.id, BINJAI – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Binjai, Sumatera Utara, akan melakukan pemeliharaan jalan pada delapan ruas yang tersebar di lima kecamatan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kadis PUTR Binjai, Wahyu Umara menegaskan, pihaknya akan melakukan pemeliharaan jalan berkala pada delapan titik prioritas yang menjadi keluhan masyarakat langsung.

Saat ini, tengah proses administrasi mulai dari tender dan pembuatan kontrak.

“Tahun ini akan kita perbaiki sejumlah ruas jalan yang menjadi keluhan masyarakat. Rencana pengerjaan dimulai pada September 2026,” ujar Wahyu, Selasa (11/8/2026).

Wahyu menguraikan, tidak hanya Jalan Wahidin Baru /Jalan Teladan seputaran Pasar Tavip Binjai yang dilakukan perbaikan.

“Jalan rusak karena bencana banjir di Perumahan Berngam, juga akan diperbaiki tahun ini,” ucap Wahyu.

Selain itu, Jalan Pangeran Diponegoro yang merupakan keluhan masyarakat langsung, juga akan diperbaiki.

Infrastruktur itu rusak buntut dari proyek penanaman pipa air yang melintas jalan tersebut.

Juga Jalan MT Haryono, yang merupakan dampak galian pipa akan diperbaiki tahun ini. Rencana proyek dimulai pada September 2026.

“Sejumlah ruas lain juga menjadi prioritas perbaikan, seperti Jalan Danau Tempe, Jalan Umar Baki, Jalan Gunung Kidul dan Jalan Alpukat Raya,” kata Wahyu.

Disoal Jalan Gunung Sinabung yang juga menjadi keluhan masyarakat, Dinas PUTR Binjai masih sedang mengkaji.

Soalnya, titik ruas tersebut bermasalah dalam dugaan korupsi yang bersumber dari dana bagi hasil sawit.

“Pengaspalan juga dilakukan dengan cara patching juga ada belasan titik. Total keseluruhan pemeliharaan jalan, ada puluhan,” ujar Wahyu.

“Kami dari Dinas PUTR Binjai memohon maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan ini. Perbaikan jalan menjadi prioritas pak wali dan pak wakil wali kota, mohon doa serta dukungannya,” sambungnya.

Sementara itu, Dinas PUTR Binjai juga sudah mengetahui dan monitoring kondisi Jembatan Payaroba yang mengkhawatirkan. Jembatan perbatasan antara Binjai Utara dengan Binjai Barat itu terletak di Jalan Letnan Umar Baki.

“Tim akan turun ke lokasi (Jembatan Payaroba) untuk melihat kondisinya dan akan kami coba usulkan untuk perbaikan dalam Perubahan Anggaran atau P-APBD tahun 2026,” kata Wahyu.

Infrastruktur jembatan ini merupakan akses dengan mobilitas tinggi. Truk bermuatan kerap melintas pada jembatan tersebut.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Binjai, Hasanul Jihadi mengungkapkan, pihaknya memberi perhatian lebih terhadap buruknya infrastruktur untuk dilakukan perbaikan.

Bahkan, 70 persen dari dana transfer ke daerah (TKD) yang dikelola Pemko Binjai untuk memperbaiki jalan rusak.

“Dana TKD yang dipulangkan hari ini, hampir 70 persen kita fokuskan pada infrastruktur jalan,” ungkap orang nomor dua di lingkungan Pemko Binjai yang karib disapa Jiji.

Dia menegaskan, ada sejumlah ruas jalan yang akan diperbaiki tahun ini.

“Selain Jalan Teladan ada beberapa ruas jalan yang juga diperbaiki pada Bulan Agustus 2026, termasuk di Kelurahan Berngam,” ujar Jiji.

Selain itu, sambung Jiji, sejumlah ruas jalan lain juga turut dilakukan pemeliharaan.

“Kita tak akan bicara soal ekonomi kreatif kalau jalan masih rusak. Jadi kita fokus betulkan jalan dulu, mohon dukungannya,” ucap Jiji. (red)