Topiksumut.id, KARO – Aktivitas vulkanik pada Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, belakangan ini dikabarkan mengalami peningkatan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Di mana, berdasarkan data yang didapat dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), beberapa hari terakhir tercatat kegempaan Gunung Sinabung cukup meningkat.

Saat dikonfirmasi, Petugas Pengamat Gunung Sinabung Armen Putra membenarkan adanya peringkat aktivitas magmatik dari dalam perut Gunung Sinabung. Katanya, peningkatan aktivitas vulkanik ini tercatat terjadi selama kurun waktu beberapa pekan terakhir.

“Ya benar belakangan ini, aktivitas vulkanik dari Gunung Sinabung mengalami pentingkan yang cukup tinggi. Untuk status masih di level II (waspada) dari tahun 2022 lalu, hanya aktivitas kegempaannya yang meningkat,” ujar Armen, dikutip dari Tribun Medan, Senin (10/8/2026).

Seperti pada periode Minggu (9/8/2026) kemarin, sejak pukul 00.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB tercatat setidaknya terjadi lima kali kegempaan. Dimana, dari lima aktivitas vulkanik dari dalam perut gunung setinggi 2460 MDPL ini juga tercatat terjadi satu kali guguran.

Dimana, dari catatan PVMBG melalui Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Sinabung Gempa Guguran tercatat terjadi satu kali dengan amplitudo 5 mm, durasi 18 detik, kemudian Gempa Hembusan terjadi sebanyak lima kali dengan amplitudo 2-15 mm, durasi : 20-26 detik.

Selanjutnya, gempa Hybrid/Fase Banyak sebanyak satu kali dengan amplitudo 7 mm, S-P : 0 detik, durasi : 12 detik, Gempa Vulkanik Dalam terjadi delapan kali dengan amplitudo 2-5 mm, S-P : 0.8-1.3 detik, durasi : 6-12 detik. Dan Gempa Tektonik Jauh berjumlah enam kali dengan amplitudo 2-10 mm, S-P : 19-105 detik, durasi : 40-228 detik.

Dijelaskan Armen, untuk guguran yang terjadi kemarin pihaknya mendeteksi jika kondisi ini disebabkan karena pergerakan kubah lava yang yang ada di puncak gunung. Dimana, dari tekanan kegempaan yang timbul dari dalam dapur magma membuat terjadinya gaya dorong yang membuat kubah lava bergeser.

“Kalau untuk gugurannya itu dari kubah lava, karena ada tekanan seperti hembusan dari dalam gunung. Sama kaya erupsi kecil, tapi enggak mengandung abu (vulkanik), hanya hembusan saja,” ucapnya.

Hingga kini, terpantau gunung terlihat jelas hingga kabut 0-II. Asap kawah bertekanan lemah hingga kuat teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal dan tinggi 50-1000 m di atas puncak kawah.

Sejauh ini, aktivitas Gunung Sinabung masih berada dalam status waspada sejak tahun 2022 lalu dimana masuk dalam level II. Melihat kondisi ini, PVMBG tetap merekomendasikan kepada masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 2 km dari puncak G.Sinabung, serta radius 3.5 km untuk sektoral selatan-timur. (red)