Topiksumut.id, LANGKAT – Aliansi Masyarakat Bersama Masjid dan Musala se-Desa Kwala Air Hitam, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, mengultimatum pemerintah kabupaten (Pemkab).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pasalnya masyarakat memberi batas waktu kepada Pemekab Langkat hingga 15 November 2026 untuk segera merealisasikan perbaikan jalan rusak.

Koordinator Aksi, Didi Gunawan menegaskan bahwa masyarakat sudah cukup lama menantikan perbaikan jalan tersebut.

“Kami berharap Pemkab Langkat segera merespons aspirasi warga dan tidak membiarkan persoalan infrastruktur ini berlarut-larut,” ujar Didi, Sabtu (7/11/2026).

“Kami berharap Pemkab Langkat segera mengambil langkah nyata. Masyarakat hanya meminta haknya, yakni jalan yang layak dan bisa digunakan dengan baik. Kami memberikan batas waktu sampai 15 November 2026,” sambungnya.

Sementara itu perwakilan aliansi lainnya, Khilman menegaskan bahwa apabila hingga batas waktu tersebut tidak ada realisasi pengaspalan, masyarakat bersama aliansi akan melakukan aksi pemblokiran jalan masuk dan keluar Desa Kwala Air Hitam.

“Kami sudah memberikan tenggat waktu kepada Pemkab Langkat sampai 15 November 2026. Kami berharap pemerintah segera merespons tuntutan masyarakat dengan merealisasikan pengaspalan jalan yang selama ini dinantikan,” kata Khilman

Menurut Khilman, apabila sampai tanggal yang telah ditentukan tidak juga ada pengaspalan, Aliansi Masyarakat dan Masjid-Musala se-Desa Kwala Air Hitam akan mengambil langkah aksi sebagai bentuk kekecewaan sekaligus desakan kepada pemerintah daerah.

“Kami tidak ingin hanya diberikan janji. Masyarakat membutuhkan bukti nyata. Jika sampai 15 November jalan tidak juga diaspal, kami akan melakukan pemblokiran akses jalan masuk dan keluar Desa Kuala Air Hitam,” tegas Khilman.

Dikabarkan sebelumnya, masyarakat Desa Kwala Air Hitam, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, masih harus bersabar.

Pasalnya jalan yang rusak parah lebih kurang 20 tahun itu, belum juga diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat.

Bahkan mirisnya, belum lama ini tiga orang warga menjadi korban, akibat terjatuh usai masuk ke dalam lubang yang sudah seperti kubangan kerbau.

“Sudah tiga orang korban jatuh akibat jalan rusak di Desa Kwala Air Hitam ini. Termasuk istri dan anak saya terjatuh dari sepeda motor,” ujar Irul saat diwawancarai wartawan, Kamis (5/11/2026).

Lanjut Irul, akibat kejadian itu body sepeda motor miliknya mengalami kerusakan yang cukup parah.

Sedangkan istri dan anaknya mengalami luka-luka pada bagian kaki dan tangan.

“Sepeda motor bodynya pecah-pecah, istri dan anak mengalami luka-luka pada bagian kaki dan siku tangannya,” ucap Irul.

Irul pun menambahkan, perbaikan jalan di Desa Kwala Air Hitam masih belum jelas kapan mulai diperbaiki.

“Kata kawan yang nanyak sama anggota DPRD Langkat, soal perbaikan jalan ini katanya jadi tahun ini, tapi tanggalnya belum tau. Masyarakat pun sudah bertanya-tanya betul tidak,” kata Irul.

“Kemarin dijanjikan pemkab akhir Bulan Oktober 2026 mau diperbaiki, ini sudah masuk masuk Bulan November, tapi tidak juga dikerjakan,” sambungnya.

Kondisi jalan rusak di Desa Kwala Air Hitam makin memprihatinkan jika masuk musim hujan.

Jalan yang berlumpur dan licin, membuat masyarakat yang melintas sangat mengkhawatirkan.

“Kondisi jalan makin parah apalagi di musim hujan. Kalau musim kering, abunya tebal kali,” ucap Irul.

Irul dan masyarakat Desa Air Hitam lainnya pun berharap, agar pemerintah kabupaten tak hanya omon-omon saja mengatasi jalan yang sudah rusak puluhan tahun itu.

“Harapan kami masyarakat kepada pemerintah untuk segera diperbaiki lah jalan yang rusak di Desa Kwala Air Hitam ini, jangan omon-omon aja. Supaya tidak ada korban lagi yang jatuh. Dan truk yang melebihi tonase juga masih banyak melintas,” ujar Irul.

Dikethlahui ratusan masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Masjid/Musala Warga Desa Kwala Air Hitam, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, sempat menggelar aksi demo terkait jalan sepanjang 2 kilometer yang sudah puluhan tahun rusak, Selasa (19/5/2026) lalu.

Menurut masyarakat, jalan yang menghubungan antar desa dan Kecamatan Selesai dengan Kecamatan Binjai, sudah 20 tahun rusak.

Amatan wartawan dilokasi, kendaraan khususnya mobil dan truk tak dapat melintas akibat aksi blokade oleh ratusan masyarakat.

Ada beberapa hal yang membuat kontruksi jalan cepat rusak. Salahsatunya akibat truk dari berbagai perusahaan melintas melebihi tonase.

Namun hal itu sudah disikapi oleh pemerintah desa dan kecamatan melalui musrenbang, bagaimana perusahaan ikut andil dalam perawatan jalan.

Pemerintah kabupaten pun menjelaskan perbaikan jalan di Desa Kwala Air Hitam akan dikerjakan tahun ini.

Pemerintah kabupaten akan mengusulkan dari dana Transfer ke Daerah (TKD), untuk perbaikan jalan di Desa Kwala Air Hitam. (red)