Topiksumut.id, BINJAI – Ratusan pengendara roda dua, empat, hingga truk mengantre hampir disemua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Binjai, Sumatera Utara, untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM), Selasa (14/7/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Amatan wartawan saat mengunjungi SPBU 14.207.177 yang beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Binjai Utara, sekitar pukul 14.30 WIB, beberapa truk dan mobil tampak mengantre hingga ke jalan raya.

Namun tak terlihat kendaraan sepeda motor yang mengantre di SPBU tersebut.

@topik_sumut

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) terjadi sejak beberapa hari belakangan. Hasilnya masyarakat menumpuk dan mengantre berjam-jam di SPBU Kota Binjai pada, Senin (13/7/2026) malam. (*) #topiksumut #viral #bbm #kotabinjai #sumaterautara

♬ suara asli – Topik Sumut – Topik Sumut

“Sudah habis Pertalite dan Pertamaxnya. Tinggal solar saja. Tadi pagi masih ada Pertalite dan Pertamax,,” ujar Rizal warga Kelurahan Payaroba, Kecamatan Binjai Barat saat diwawancarai.

Lanjut Rizal, meski Pertalite dan Pertamax ada di pagi hari, namun masyarakat hanya bisa membeli Rp 50 ribu saja.

“Dibatasi setiap pengendara sepeda motor hanya bisa membeli BBM maksimal Rp 50 ribu,” ucap Rizal.

Usai mengunjungi SPBU yang berada di Kelurahan Kebun Lada, wartawan pun bergeser ke SPBU 14.207.166 yang beralamat di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Binjai Timur.

Di situ tampak ratusan masyarakat yang mengendarai sepeda motor, mobil dan truk mengantre.

Antrean pun hingga ke jalan raya. Bahkan disekitar SPBU terjadi kemacetan.

Namun tampak sejumlah personel Satlantas Polres Binjai, mengurai kemacetan yang terjadi akibat antrean pengendara yang hendak mengisi bahan bakar minyak.

Semua operator SPBU tampak melayani masyarakat yang hendak mengisi BBM.

Namun karena kelangkaan BBM jenis Pertalite dan Pertamax, sehingga terjadi antrean panjang di SPBU di Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Binjai Timur.

“Woooooo,” kesal ratusan masyarakat yang mengantre di SPBU Tanah Tinggi.

Sedangkan Ari warga Desa Payageli, Kecamatan Sunggal, yang sehari-hari beraktivitas di Kota Binjai, mengaku kesal karena sudah antre berjam-jam untuk mendapatkan BBM.

“Saya rasa sudah 3 jam saya mengantre. Ini pun belum dapat juga BBMnya,” ujar Ari.

“Mau tidak mau saya tunggu aja. Karena di SPBU lainnya sudah kosong Pertalite dan Pertamax. Mengantre ini sambil melatih kesabaran saya,” sambungnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Binjai melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Binjai, drg Indra Syahfery, telah melakukan sidak di dua lokasi yakni SPBU 14.207.169 di Jalan Tengku Amir Hamzah, Kelurahan Jati Utomo, dan SPBU 14.207.1127 di Jalan Tengku Amir Hamzah, Kelurahan Jati Makmur, Kecamatan Binjai Utara.

Sidak yang dilakukan sebagai respon atas meningkatnya antrean masyarakat untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) dalam beberapa hari terakhir.

Di SPBU 14.207.169, pihak pengelola menjelaskan bahwa antrean kendaraan terjadi akibat keterlambatan distribusi BBM dari pemasok karena keterbatasan armada pengangkut.

Meski demikian, pengelola memastikan tidak ada pembatasan pembelian BBM bagi masyarakat.

“Menurut keterangan pengelola, keterlambatan pasokan terjadi karena keterbatasan armada distribusi. Namun, pengelola tidak memberlakukan pembatasan pembelian BBM bagi konsumen,” ujar Indra.

Sementara keterangan dari Supervisor SPBU 14.207.1127, B Matondang, Indra mengatakan penyaluran bahan bakar jenis solar di Kota Binjai masih menggunakan sistem distribusi harian sesuai kuota yang telah ditetapkan.

Pengelola memastikan stok BBM, khususnya solar, dalam kondisi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pihak pengelola SPBU juga berkomitmen untuk terus meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait serta melakukan evaluasi terhadap proses distribusi guna memastikan penyaluran BBM berlangsung tepat waktu dan tepat sasaran.

Melalui sidak ini, Pemerintah Kota Binjai memastikan ketersediaan dan distribusi BBM di wilayahnya tetap terkendali.

Pemerintah juga akan terus melakukan pemantauan secara berkala serta berkoordinasi dengan Pertamina dan pengelola SPBU agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal. (red)