Topik Sumut
  • Beranda
  • Nasional
  • Kriminal
  • Daerah
  • Politik
  • Peristiwa
  • Internasional
  • Olahraga
  • Lainnya
No Result
View All Result
Topik Sumut
  • Beranda
  • Nasional
  • Kriminal
  • Daerah
  • Politik
  • Peristiwa
  • Internasional
  • Olahraga
  • Lainnya
No Result
View All Result
Topik Sumut

Penyidikan Dugaan Korupsi DIF di Kota Binjai Dihentikan, Ini Perjalanan Kasusnya

Redaksi by Redaksi
30/12/2025
in Daerah
0
Kejari Binjai Akui Koordinasi Dengan Kemenkue Soal Realisasi Dana Isentif Fiskal yang Baru 50 Persen

Suasana Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai yang berada di Jalan Tengku Amir Hamzah, Kelurahan Jati Makmur, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Sumatera Utara, Senin (26/5/2025).

Share on FacebookShare on Whatsapp

Topiksumut.id, BINJAI – Penyidikan dugaan korupsi pada pengelolaan Dana Insentif Fiskal (DIF) yang diperoleh oleh Pemerintah Kota (Pemko) Binjai tahun anggaran 2024 sebesar Rp 20,8 miliar, resmi diberhentikan Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai.

Pemberhentian penyidikan oleh kejaksaan berdasarkan surat nomor 2793 tertanggal 23 Desember 2025 kemarin.

Baca Juga

VIRAL Pengendara Suzuki Thunder Diduga Timbun BBM, Ini Kata SPBU di Langkat

VIRAL Pengendara Suzuki Thunder Diduga Timbun BBM, Ini Kata SPBU di Langkat

13/03/2026
Mau Divonis Terdakwa 2.971 Butir Ekstasi Kabur dari Sel PN Stabat, Naas Tewas di Aceh

Mau Divonis Terdakwa 2.971 Butir Ekstasi Kabur dari Sel PN Stabat, Naas Tewas di Aceh

13/03/2026

“Kita sudah ketemu dengan Badko HMI (Sumut) sebagai pelapor, dan sudah kita sampaikan ke mereka sudah menutup penyidikan ini,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Binjai, Iwan Setiawan, Selasa (30/12/2025).

Lanjut Iwan, jika ada petunjuk atau clue, dan ada hal-hal yang bisa membuka dugaan korupsi itu terang benderang, bahwa itu tindak pidana korupsi, pihaknya akan menindaklanjutinya.

“Kami terbuka, karena ini menyangkut hazat hidup orang banyak,” ujar Iwan.

Adapun dasar penghentian dugaan korupsi pada pengelolaan dana insentif fiskal setelah dilakukan ekspose. Di mana tim penyidik telah melakukan pengumpulan alat bukti terdiri dari saksi, surat, maupun ahli.

Di mana saksi yang telah diperiksa dan dimintai keterangan sebanyak 39 saksi yang terdiri dari pihak Tim Anggaran Pendapatan Daerah (TAPD), (BPKPAD), Inspektorat, OPD yang menggunakan dana insentif fiskal.

ADVERTISEMENT

Termasuk rekanan atau penyedia proyek pekerjaan yang dananya bersumber dari dana insentif fiskal.

“Tim penyidik juga telah melakukan penyitaan dokumen-dokumen, kemudian juga telah memeriksa ahli dari Kementerian Dalam Negeri bernama Fernando Siagian yang menjabat Kepala Sub Direktoriat Perencanaan Anggaran Daerah Wilayah I pada Direktorat Perencanaan Anggaran Daerah, Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI,” kata Iwan.

“Kemudian ada ahli dari Kementerian Keuangan yang juga selaku Analis Keuangan Negara Ahli Madya Direktorat Dana Desa Insentif Otonomi Khusus dan Keistimewaan pada Direktorat Jenderal Kementrian Keuangan RI,” sambungnya.

Tak hanya itu, tim penyidik Kejari Binjai telah melakukan observasi lapangan, dan meminta dokumen pertanggungjawaban yang telah dilakukan penyitaan tersebut.

Berdasarkan keterangan ahli dari Kementerian Dalam Negeri bahwasanya, menurut Iwan terkait dengan pembayaran utang dengan menggunakan dana insentif fiskal itu diperbolehkan atau dibenarkan.

Sepanjang sudah dilakukan review oleh Inspektorat Kota Binjai.

“Kemudian ahli dari Kementerian Keuangan juga sudah menjelaskan bahwasanya, penggunaan dana insentif fiskal itu diperuntukan berdasarkan PMK 125 tahun 2023. Yang terdiri untuk pengendalian inflasi, penurunan stunting, peningkatan investasi, dan angka penurunan kemiskinan,” kata Iwan.

Gitupun Iwan menambahkan, dana insentif fiskal tidak dapat digunakan untuk gaji dan tunjangan dinas.

“Atas dasar itu tim penyidik juga telah melakukan zoom ekspose dengan BPK RI.  Hasil kesimpulan yang diperoleh dari pihak BPK RI, belum terdapat indikasi penyimpangan sacara administrasi maupun penyimpangan terindikasi tindak pidana korupsi yang mengakibatkan keuangan negara, pengelolaan dana insentif fiskal,” ujar Iwan.

“Dan berdasarkan itulah penyidik melaksanakan ekspose kemudian dilakukan penghentian, dan kemudian dilaporkan kepada pimpinan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara,” tambahnya.

Meski demikian, Iwan menegaskan pihak tak menutup kemungkinan bahwa tim penyidik akan membuka kembali perkara dugaan korupsi pengelolaan dana insentif fiskal, jika ditemukan alat bukti baru.

Perlu diketahui perjalanan dugaan korupsi pada pengelolaan dana isentif fiskal ini, cukup menarik dan menyita banyak perhatian orang.

Mulanya dugaan korupsi ini, dilaporkan oleh Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumatera Utara di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) pada bulan Maret 2025 lalu.

Bahkan penyelidik Kejatisu sudah mendatangai kantor BPKPAD Kota Binjai untuk mengumpulkan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan dana insentif fiskal.

Namun di tengah perjalanan, penyelidikan diambil alih oleh Kejaksaan Negeri (Kajari) Binjai, yang pada saat itu di bawah kepemimpinan Kajari, Jufri.

Puluhan saksi, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), rekanan atau penyedia proyek pun diperiksa secara bergantian oleh penyelidik Kejari Binjai.

Hingga akhirnya pada bulan Agustus 2025, dugaan korupsi pada pengelolaan dana insentif fiskal ini, status perkaranya dinaiki ke tahap penyidikan.

Pada waktu itu, Kajari Binjai sudah berganti dari Jufri ke Iwan Setiawan.

Menariknya, pada saat wartawan melakukan doorstop di Kantor Wali Kota Binjai pada Bulan Agustus 2025 lalu, Iwan mengaku tak tahu apa-apa soal dugaan korupsi pada pengelolaan dana insentif fiskal.

Koordinator Lingkar Wajah Kemanusiaan (LAWAN) Institute Sumatera Utara, Abdul Rahim saat dimintai keterangannya mengaku terkejut dengan pernyataan Iwan Setiawan saat dikonfirmasi wartawan terhadap perkembangan penyelidikan kasus dugaan korupsi dana isentif fiskal.

“Dalam wawancara singkatnya, beliau menyatakan, “Saya belum tahu apa-apa, nanti yaa,”. Pernyataan tersebut mencerminkan dugaan lemahnya koordinasi internal antara pejabat lama dan pejabat baru, serta memperkuat kekhawatiran publik bahwa ada potensi kasus ini diseret ke arah dugaan pengaburan'” ujar Rahim.

Kemudian yang lebih menariknya lagi, pada Bulan Oktober 2025, Kajari Binjai, Iwan Setiawan sempat mengaku  penyidikan dugaan korupsi pada pengelolaan dana insentif fiskal Complicated (Sulit).

Namun pada akhirnya pada 23 Desember 2025, penyidikan dugaan korupsi pada pengelolaan dana isentif fiskal yang bernilai Rp 20,8 miliar resmi diberhentikan. (Red)

Tags: Dana Insentif FiskalIndonesiaKejaksaanKejari BinjaiKejatisuKorupsiKota BinjaiNasionalSumatera UtaraSumut
Previous Post

Kemenko IPK Bersama Overlanding Indonesia Bangun Jembatan Perintis di Aceh Tamiang

Next Post

PFI Medan dan XLSMART Berkolaborasi dalam Aksi Kemanusiaan di Aceh Tamiang

Menarik Lainnya

VIRAL Pengendara Suzuki Thunder Diduga Timbun BBM, Ini Kata SPBU di Langkat

VIRAL Pengendara Suzuki Thunder Diduga Timbun BBM, Ini Kata SPBU di Langkat

13/03/2026
Mau Divonis Terdakwa 2.971 Butir Ekstasi Kabur dari Sel PN Stabat, Naas Tewas di Aceh

Mau Divonis Terdakwa 2.971 Butir Ekstasi Kabur dari Sel PN Stabat, Naas Tewas di Aceh

13/03/2026
Bupati Langkat Terbuka Terhadap Kritik dan Masukan dari Media

Bupati Langkat Terbuka Terhadap Kritik dan Masukan dari Media

13/03/2026
Pertamina EP Pangkalan Susu Gelar Syukuran bersama Anak Yatim di Hamparan Perak

Pertamina EP Pangkalan Susu Gelar Syukuran bersama Anak Yatim di Hamparan Perak

13/03/2026
Next Post
PFI Medan dan XLSMART Berkolaborasi dalam Aksi Kemanusiaan di Aceh Tamiang

PFI Medan dan XLSMART Berkolaborasi dalam Aksi Kemanusiaan di Aceh Tamiang

Populer

  • Agar tak Hanya Sebatas Seremonial, Ronggur Simorangkir Kawal Perobohan Diskotek Marcopolo

    Penetapan Tersangka Eks Kepala Dinas Pertanian Penuh Tanda Tanya, Ronggur : Agak Aneh

    166 shares
    Share 66 Tweet 42
  • Nasib THR Bagi Ribuan PPPK Paruh Waktu, Ini Kata Pemko Binjai

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Selebgram Tiara Kartika Diduga Terlibat VCS, Rekaman Dikabarkan Bocor ke Publik

    88 shares
    Share 35 Tweet 22
  • Berikut Daftar 20 SPGG di Langkat dan di Kota Binjai yang Dihentikan Operasionalnya Oleh BGN

    87 shares
    Share 35 Tweet 22
  • 600 Kilogram Sawit Disita, Usai 10 Pelaku Pencurian Brondolan di Langkat Diamankan Petugas Kebun

    80 shares
    Share 32 Tweet 20

Rekomendasi

Ricky Anthony Desak Pemerintah Gelontorkan Bahan Pangan ke Pelosok Terdampak Bencana Banjir

8-15 Desember 2025 Hujan Lebat, BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem, Berikut Lokasinya

08/12/2025
Kecelakaan Maut di Depan RSU Putri Bidadari Langkat, Seorang Wanita Remuk Terlindas Truk

Kecelakaan Maut di Depan RSU Putri Bidadari Langkat, Seorang Wanita Remuk Terlindas Truk

17/11/2025
Topik Sumut

Portal berita online terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar Sumatera Utara dan Nasional.

E-mail: topiksumut2025@gmail.com

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi

© 2025 Topik Sumut - Powered by Sejasa Net

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Kriminal
  • Daerah
  • Politik
  • Peristiwa
  • Internasional
  • Olahraga
  • Lainnya

© 2025 Topik Sumut - Powered by Sejasa Net