Topiksumut.id, BINJAI – Beberapa seorang sekuriti pada Dinas Kesehatan Kota Binjai, diduga tak terdaftar dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan maupun Kesehatan.
Sumber menyatakan, bekerja sebagai sekuriti pada Dinas Kesehatan Binjai, di bawah naungan PT OMJ.
Artinya, perusahaan tersebut yang menjadi penyedia jasa tenaga pengamanan atau sekuriti di Kantor Dinas Kesehatan Binjai.
Sumber menjelaskan, jika ia mulai bekerja di bawah PT OMJ pada Januari 2025.
“Sebelum di perusahaan ini (PT OMJ), ada dua perusahaan sebelumnya (yang menanungi). Kami ada tujuh orang satpam (sekuriti) dan lima CS (cleaning service) yang sudah tidak lagi bekerja, tapi belum mendapat BPJS Kesehatan serta BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap sumber.
Kata dia, surat pengunduran diri sudah dikirim kepada PT OMJ. Namun oleh perusahaan itu, belum menjawab atau membalas surat tersebut.
Padahal, surat balasan itu merupakan salah satu syarat administrasi untuk pencairan klaim BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan.
“Asal ditanya (soal klaim BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan) tidak ada kejelasan, nanti ditanya lagi ke perusahaan, kemarin ditanya lagi, belum aktif jawabannya,” ujar sumber.
“Masak belum aktif, sudah berapa bulan ini. Setiap bulan kami terima gaji Rp2,5 juta,” sambungnya.
Sementara, Kadinkes Binjai, dr Sugianto menyatakan, sekuriti yang bekerja di instansinya itu adalah outsourcing.
“Itu semua mereka outsourcing, tanggung jawab outsourcing. Dinas kesehatan sudah kasih semua hak pekerja, termasuk BPJS dan gaji ke outsourcing,” ujar dr Sugianto, Jumat (19/12/2025).
“Kami memberikan hak pekerja per-bulan kalau tak salah Rp2,4 juta per-orang ke pihak outsourcing. Dan pihak perusahaan yang menyalurkan ke masing-masing pekerja, termasuk pemotongan BPJS Ketenagakerjaan,” tambahnya.
Disoal PT OMJ apakah masih jadi penyedia, dia tidak dapat memastikan.
“Kalau soal perusahaan masih menjadi penyedia di Dinas Kesehatan Binjai, itu saya belum tau, coba saya tanya sama manajemen ya,” tutup dr Sugianto. (Red)








