Topiksumut.id, TAPTENG – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Sibolga menghadiri kegiatan Sosialisasi Kebijakan Relaksasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi debitur Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terdampak bencana alam di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah.
Kegiatan bertajuk Relaksasi KUR Bisnis UMKM Sumut Bangkit 1 yang digelar Kementerian UMKM RI di Ballroom PIA Hotel Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis (26/2/2026), dihadiri langsung Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM RI Harun AS, unsur Forkopimda Sibolga–Tapteng, serta perwakilan bank penyalur KUR.
Dalam sambutannya, Harun AS menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di daerah terdampak bencana merupakan bentuk nyata komitmen negara dalam mendukung pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya sektor UMKM.
“Kehadiran kami bukan sekadar seremonial, tetapi memastikan UMKM tetap bisa menjalankan usahanya. Mari bangkit bersama dan memulai kembali usaha yang terdampak. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat dan menambah wawasan pelaku UMKM,” ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan Cabang BRI Sibolga Alda Martumbur Silaban yang diwakili Manager Bisnis Mikro BRI Sibolga, Seniardi, menyampaikan bahwa relaksasi KUR menjadi salah satu solusi konkret untuk membantu pelaku UMKM beradaptasi dan kembali produktif pascabencana.
Menurutnya, kegiatan sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku UMKM terkait kemudahan relaksasi KUR sekaligus membuka ruang konsultasi langsung dengan bank penyalur.
“Kami ingin memastikan pelaku UMKM memahami skema relaksasi yang tersedia, sehingga mereka dapat memanfaatkan kebijakan ini secara optimal untuk memulihkan usaha,” jelas Seniardi.
Ia menambahkan, KUR merupakan program pemerintah berupa pembiayaan modal kerja atau investasi yang diberikan kepada UMKM yang produktif dan layak, guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing usaha.
Adapun bentuk relaksasi KUR bagi UMKM terdampak bencana meliputi penundaan cicilan (grace period), perpanjangan jangka waktu pinjaman, keringanan suku bunga, hingga restrukturisasi kredit. Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban pelaku usaha yang terdampak banjir dan longsor di wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah pada awal tahun 2026.
BRI Sibolga, lanjutnya, berkomitmen mendukung Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dalam mendorong kebangkitan UMKM sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat.
“Di masa pemulihan pascabencana ini, UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda perekonomian daerah. Kami siap mendampingi dan mendukung pelaku usaha agar kembali tumbuh dan berkembang,” tegasnya.
Selain itu, pihaknya juga mengajak pelaku UMKM untuk menggali potensi lokal unggulan Tapanuli Tengah agar tercipta produk khas daerah yang mampu bersaing dan meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.
Dengan adanya sosialisasi relaksasi KUR ini, diharapkan pelaku UMKM di Sibolga dan Tapanuli Tengah dapat segera bangkit dan memperkuat kembali usahanya, sehingga pemulihan ekonomi daerah dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan. (Uki)







