Topiksumut.id, LANGKAT – Akibat curah hujan yang tinggi dan meluapnya sungai, membuat ratusan Kartu Keluarga (KK) terendam banjir di Desa Sekoci, Desa Aras Napal, dan Kelurahan Kampung Lama, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Senin (12/10/2026).
Tak hanya merendam rumah, jalan lintas di Kecamatan Besitang juga terendam banjir. Jalan lintas yang dimaksud ialah, Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan-Aceh.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Langkat, Muhammad Ansyari dalam keterangan tertulisnya menjelaskan, ada lima dusun di Desa Sekoci dengan ratusan KK yang terendam banjir.
“Dusun Sejambu 220 KK, Dusun Sidodadi 240 KK, Dusun Pantai Pulau 75 KK, Dusun Suka Ramai 114 KK, dan Dusun Sekoci 70 KK,” ujar Ansyari.
Lanjut Ansyari, ada empat posko yang didirikan di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang.
Posko pertama berada di Dusun Sekoci. Di sana ada 40 KK yang mengungsi. Kemudian posko kedua berada di Dusun Sidodadi, ada 80 KK yang mengungsi.
Selanjutnya posko ketiga berada di Dusun Sukaramai, ada 120 KK yang mengungsi, dan posko yang keempat berada di Dusun Sejambu, ada 30 KK yang mengungsi.
“Tak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir tersebut,” ucap Ansyari.
Sedangkan itu Desa Sekoci menjadi salahsatu desa yang terendam banjir cukup tinggi mencapai 100-150 sentimeter.
“Desa Aras Napal ketinggian air 50-100 sentimeter, dan Kelurahan Kampung Lama, ketinggian air 10-30 sentimeter,” kata Ansyari.
Sementara itu, BPBD Langkat Terus Bersinergi bersama masyarakat dan pihak desa untuk menangani banjir.
“BPBD Langkat juga berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan desa. Tim dari BPBD melakukan evakuasi korban banjir ke tempat yang lebih aman. Kemudian memberikan bantuan logistik,” ujar Ansyari.
Selain Kecamatan Besitang, banjir juga merendam Kecamatan Padang Tualang.
Di Kecamatan Padang Tualang, jalan lintas tepatnya di Dusun I Sumur Bor juga terendam banjir. Sehingga masyarakat sulit melintas dan rawan terbawa arus. (red)



