Topiksumut.id, BINJAI – Pemerintah Kota (Pemko) Binjai, Sumatera Utara, diduga membohongi Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Olahraga, Kecamatan Binjai Timur.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pada April 2026 lalu, Pemko Binjai berjanji akan memberikan steling dan gerobak sorong untuk pedagang di Jalan Olahraga yang saat ini berjualan di dalam kawasan Masjid Agung.

Namun faktanya sampai saat ini, apa yang dijanjikan diduga tak ditepati oleh Pemko Binjai.

“Kami dari perwakilan PKL di Jalan Olahraga bahwa dari sejak Bulan April 2026 dijanjikan Pemko Binjai akan diberikan steling atau gerobak sorong. Namun bulan kebulan tak ada juga,” ujar para pedagang, Senin (12/10/2026).

“Asal ditanya ketua PKL, katanya nanti dan nanti sampai seterusnya, tidak ada kejelasannya,” sambungnya.

Bahkan para pedagang sempat menanyakan janji pemko itu ke pembuat steling. Menurut yang membuat, steling itu sudah selesai tinggal dibagikan saja ke para pedagang.

“Kami tanya dengan yang buat steling namanya Pak Tono. Dia bilang stelingnya sudah siap. Tapi katanya pembayarannya oleh Pemko Binjai belum jelas jadi pihaknya belum bisa membagikan,” ucap pedagang.

“Jadi kami semua sudah kompak, seandainya yang dijanjikan tidak direalisasikan atau cuma omon-omon aja, maka kami sepakat akan keluar semua berjualan di tempat semula,” tambahnya.

Menurut pedagang satupun janji Pemko Binjai diduga tak ada yang ditepati, hanya janji manis saja.

Padahal waktu mereka demo di Kantor Pemko Binjai, wali kota mengungkapkan jika para pedagang di Jalan Olahraga akan mendapatkan dana CSR Rp 127 juta.

“Tapi sampai detik ini tidak ada, nihil semua. Kami ini manusia bukan binatang, kami tau mana omongan yang betul-betul dan mana omongan dusta. Kami pun di sini berjualan entah udah yang kayak mana, karena gak ada kerjaan lain, kalau ada udah kami tinggalkan,” kata pedagang.

Para pedagang juga menjelaskan, jangankan untuk mendapat untung, balik modal saja sulit.

“Lebih baik kami jualan di luar daripada kami semakin mati berjualan di dalam (kawasan Masjid Agung). Karena di dalam tidak ada hasilnya,” ujar pedagang.

Mereka pun membandingkan dengan pedagang angkringan yang berjualan di Lapangan Merdeka Binjai.

“Kami siap ditata. Dan kenapa di Lapangan Merdeka Binjai banyak angkringan-angkringan mereka bisa berjualan. Bahkan parkiran sampai berlapis-lapis, mereka tetap dibiarkan berjualan. Pak Amir dan jajarannya, tolong lah kami pak. Merosot kali jualan kami pak, dapat uang untuk makan aja sudah syukur kali pak,” ucap pedagang.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (UKM) Kota Binjai, Gloria Sinulingga saat dikonfirmasi belum merespon.

Beberapa pertanyaan yang dilayangkan wartawan terkait janji Pemko Binjai terhadap PKL, juga belum dibalasnya. (red)