Topiksumut.id, BINJAI – Penggerebekan barak narkoba dan judi yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Binjai, TNI-Polri, di Jalan Samanhudi, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai, Sumatera Utara, masih mendapat sorotan dari berbagai pihak.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sorotan itu mengarah kepada keberadaan mobil dengan branding Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang terparkir rapi di pintu masuk barak narkoba dan judi.

Informasi yang diperoleh mobil yang dibranding PSI ini, kerap dikendarai oknum ketua kecamatan di Kota Binjai.

Atas temuan itu karenanya, pengurus partai politik (Parpol) pada level provinsi dan pusat diminta untuk menindaklanjuti hal tersebut.

Tujuannya, agar tidak berkembang liar terhadap tudingan bahwa kegiatan ilegal tersebut terafiliasi ke parpol yang identik warna merah itu.

“Pengurus provinsi dan pusat dapat menindaklanjutinya, apabila terbukti ada oknum anggota yang melindungi atau terlibat dalam aktivitas ilegal, maka harus diproses hukum, bahkan dipecat dari organisasi. Jangan biarkan segelintir oknum merusak nama baik lembaga,” ujar Pengamat Sosial Lingkar Wajah Kemanusiaan (Lawan) Institute Sumatera Utara, Abdul Rahim Daulay, Rabu (17/6/2026).

Lanjut Rahim, keberadaan atribut parpol di sekitaran sarang narkoba dan perjudian dapat saja terlibat maupun tidak.

“Bisa jadi hanya ulah oknum yang menjual nama partai untuk ‘menggertak’ aparat dan mencari perlindungan semu,” ucap Rahim.

Rahim juga meminta, aparat penegak hukum melakukan investigasi mendalam atas dugaan keterlibatan parpol tersebut.

Itu dapat dibuktikan keterlibatannya melalui jajaran struktural, perlindungan, pendanaan hingga dukungan.

“Dalam perang melawan narkoba dan perjudian, tidak boleh ada ruang bagi siapa pun yang mencoba berlindung di balik atribut organisasi. Aparat penegak hukum diminta jangan takut dan jangan mundur selangkah pun untuk memberantas Narkoba, karena ini persoalan masa depan anak bangsa,” kata Rahim.

Terpisah, Plt Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia Sumatera Utara (DPW PSI Sumut), Sahat Martin Philip Sinurat saat dikonfirmasi soal temuan mobil di barak narkoba dan judi belum memberikan komentarnya.

Pesan singkat WhatsApp yang dikirim kepada Sahat juga belum dibalasnya.

Diketahui sebelumnya tim gabungan menggerebek barak narkoba dan Judi di Jalan Samanhudi, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Binjai Selatan, pada Jumat (12/6/2026) petang.

Saat personel tiba, sejumlah orang yang berada tak jauh dari barak narkoba dan judi tampak panik.

Namun tak ditemukan seorang pun dilokasi barak narkoba dan judi saat personel tiba. Tetapi personel BNN Kota Binjai, TNI-Polri, tetap menyisir titik-titik yang dicurigai disekitar kawasan barak.

Hasilnya dua unit mesin judi jackpot yang sudah rusak disimpan disalahsatu ruangan yang dibangun dengan triplek.

Kemudian personel juga menemukan satu mesin judi tembak ikan yang sudah rusak disimpan dibalik-balik pohon sawit.

Tak hanya itu, beberapa plastik klip kecil, sekop, dan alat isap sabu atau bong juga ditemukan di lokasi.

Kemudian, personel juga pun menemukan gelanggang sabung ayam.

Menariknya sebelum masuk ke lokasi barak, terdapat pos penjagaan dilengkapi portal.

Sedangkan itu tampak beberapa unit mobil mewah salahatunya berstiker partai politik terparkir rapi disekitar lokasi barak narkoba.

“Kami dari Tim Brantas BNNK Binjai melakukan penggerebekan barak narkoba di Jalan Samanhudi, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai, Sumatera Utara,” ujar Katim Brantas BNNK Binjai, Hasiholan M Siboro.

Lanjut Hasiholan, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa plastik klip dengan berbagai ukuran, ada alat isap sabu atau bong, dan satu skop sabu yang terbuat dari pipet.

Gitupun Hasiholan menegaskan, BNNK Kota Binjai sudah mengantongi identitas pemilik barak tersebut.

“Dari hasil penyelidikan BNNK Binjai, kami sudah mengantongi nama pemilik barak. Maka BNNK Binjai akan berkoordinasi dengan BNN Provinsi Sumatera Utara, dan BNN RI untuk mengambil tindakan lebih lanjut,” tutup Hasiholan. (red)