Topiksumut.id, BINJAI – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi belum berdampak signifikan terhadap penjualan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), di Kota Binjai, Sumatera Utara, pada Rabu (10/6/2026) siang.
Amatan wartawan di SPBU 14.207.166 belum ada antrean kendaraan di titik pengisian Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, maupun Pertamina Dex.
Kendaraan roda dua dan roda empat keluar masuk dengan lancar.
Kenaikan harga BBM kembali menjadi sorotan setelah PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian signifikan pada BBM nonsubsidi.
Di Kota Binjai, Sumatera Utara, harga Pertamax naik menjadi Rp 16.650 perliter.
Sementara harga Pertamax Turbo tetap yaitu Rp 21.200 perliter.
Begitu juga harga Dexlite Rp 23.500 dan Pertamina Dex Rp 25.350 perliter.
Harga jual untuk jenis BBM bersubsidi dipastikan tidak mengalami perubahan tarif.
Untuk Pertalite dengan harga Rp 10 ribu perliter dan Bio Solar dengan harga Rp 6.800 perliter.
Meski begitu Salah satu warga Kecamatan Binjai Utara, Rifki (30) mengaku sudah mengetahui kenaikan harga BBM dari berita yang beredar sejak rabu pagi.
“Tadi saya baca berita. Terkejut juga awalnya, naiknya perliter sampai Rp 4 ribu. Biasanya harga Pertamax Rp 12 ribuan gitukan,” ujar Rifki.
Rifki pun memperkirakan pengeluaran untuk bensin akan meningkat.
Rifkii tetap menggunakan BBM nonsubsidi karena dianggap lebih aman untuk mesin motornya.
“Memang dari awal saya beli motor, BBMnya itu pakai Pertamax, biar lancar mesinnya,” kata Rifki.
“Saya berharap kebijakan yang diambil pemerintah atas kenaikan harga BBM nonsubsidi tak semena-mena. Karena hari ini semua sudah serba mahal. Bahkan nilai tukar rupiah sudah melemah,” sambungnya. (red)



