Topiksumut.id, DELISERDANG – Universitas Negeri Medan (Unimed) melalui Fakultas Ekonomi (FE) terus memperkuat perannya dalam mendukung pembangunan ekonomi berbasis desa.
Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat, tim dosen FE Unimed melaksanakan pendampingan dan penguatan kapasitas produksi serta pemasaran di BUMDes Karya Bersama, Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.
Program ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam membangun ekosistem bisnis desa yang berkelanjutan.
Fokus utama kegiatan diarahkan pada pengembangan unit usaha pupuk organik milik BUMDes Karya Bersama agar mampu meningkatkan daya saing dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.
Tim pengabdian dipimpin oleh Danny Ajar Baskoro, S.E., S.Pd., M.Pd., didampingi Jabal Ahsan, S.Pd., M.Pd., Rossy Pratiwy Sihombing, S.E., M.S., dan Richna Handriyani, S.Pd., M.Si. Kehadiran tim akademisi tersebut membawa berbagai inovasi dan solusi untuk menjawab tantangan yang dihadapi BUMDes, mulai dari proses produksi hingga pemasaran produk.
Kepala Desa Kolam, Jupri Purwanto, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan FE Unimed. Menurutnya, BUMDes Karya Bersama selama ini telah menjadi salah satu BUMDes yang aktif dan berprestasi di Kabupaten Deli Serdang, sehingga pendampingan dari kalangan akademisi akan semakin memperkuat pengembangannya.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran tim dosen FE Unimed. Program ini bukan hanya membantu penyediaan sarana produksi, tetapi juga memberikan pengetahuan dan motivasi baru bagi pengelola BUMDes untuk terus berkembang. Kami berharap sinergi ini dapat berlanjut dan membawa manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Jupri.
Dalam kegiatan tersebut, FE Unimed menyerahkan bantuan berupa alat giling serbaguna dan mesin pengemasan (packing) berkapasitas 3 hingga 10 kilogram untuk mendukung peningkatan kualitas dan efisiensi produksi pupuk organik.
Selain itu, tim juga memberikan pelatihan teknis mengenai penggunaan alat, pendampingan operasional, serta penyusunan standar operasional prosedur (SOP) agar proses produksi berjalan lebih profesional.
Tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas produksi, program ini juga mengedepankan transformasi pemasaran melalui digitalisasi. Pengelola BUMDes mendapatkan pelatihan mengenai pembuatan konten promosi untuk media sosial, pengembangan website resmi, hingga strategi pemasaran dan distribusi produk yang lebih luas.
Sebagai langkah memperkuat jaringan usaha, tim pengabdian turut mendorong pembentukan sekitar 40 agen penjualan lokal dan menjalin kemitraan dengan sejumlah toko pertanian di wilayah Deli Serdang dan Kota Medan. Upaya ini diharapkan mampu memperluas pasar pupuk organik sekaligus meningkatkan pendapatan BUMDes dan masyarakat desa.
Ketua Tim Pengabdian FE Unimed, Danny Ajar Baskoro, menegaskan bahwa program ini merupakan langkah awal dalam membangun BUMDes yang modern, mandiri, dan berdaya saing.
“Kami ingin menjadikan BUMDes Karya Bersama sebagai role model pengembangan usaha berbasis potensi desa yang didukung inovasi dan teknologi tepat guna. Ini bukan sekadar memberikan bantuan alat, tetapi membangun ekosistem kewirausahaan desa yang mampu tumbuh dan berkelanjutan,” katanya.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara serah terima bantuan peralatan dan foto bersama. Ke depan, FE Unimed berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan melalui berbagai program lanjutan, termasuk pelatihan, magang mahasiswa, serta pengembangan inovasi produk, sehingga BUMDes Karya Bersama dapat berkembang menjadi model pengelolaan usaha desa yang inspiratif di tingkat regional maupun nasional. (uki)




