Topiksumut.id, TAPTENG – Institut Bisnis dan Teknologi Al Washliyah (IBTA) menggelar Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 sebagai langkah awal pengabdian mahasiswa di wilayah terdampak banjir bandang dan longsor. Kegiatan yang diikuti 187 mahasiswa ini dibuka secara resmi oleh Rektor IBTA, Dr. Mansur Tanjung, S.E., M.M, Selasa (13/1/2026).
Mahasiswa peserta KKN akan diterjunkan ke Kecamatan Pandan, Tukka, dan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah. Wilayah tersebut sebelumnya terdampak bencana banjir bandang pada 25 November 2025 yang mengganggu aktivitas sosial, pendidikan, dan ekonomi masyarakat.
Wakil Rektor I IBTA sekaligus Ketua Panitia, Yenni Sofiana Tambunan, S.Pd., M.Si, menjelaskan bahwa pelaksanaan pembekalan ini dimulai dari tanggal 13 sampai 14 januari 2026 di kampus aula IBTA , dan pelepasan akan dilaksanakan di GOR Pandan pada tanggal 15 , yang nantinya dilepas langsung oleh Bupati Tapanuli Tengah .
Selama di lokasi, mahasiswa diarahkan untuk menjalankan program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pada sektor pendidikan dan kemanusiaan.
“Mahasiswa tidak hanya melaksanakan kewajiban akademik, tetapi juga berperan sebagai pendamping belajar anak-anak, penggerak literasi, serta relawan sosial bagi masyarakat terdampak bencana,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Rektor IBTA Dr.Mansur Tanjung, S.E.,M.M ,menekankan bahwa KKN merupakan sarana pembelajaran kontekstual yang membentuk kepedulian, empati, dan tanggung jawab sosial mahasiswa. Menurutnya, keterlibatan langsung di wilayah pascabencana menjadi bagian penting dari pendidikan karakter dan penguatan nilai kemanusiaan.
“Kampus harus hadir di tengah masyarakat. Melalui KKN ini, mahasiswa belajar memahami persoalan nyata, sekaligus berkontribusi dalam pemulihan pendidikan dan kehidupan sosial warga,”
Pembekalan KKN juga membekali mahasiswa dengan pemahaman tentang kondisi sosial masyarakat pascabencana, etika pengabdian, serta perencanaan program berbasis kebutuhan lapangan. Kegiatan berlangsung tertib dan lancar sebagai persiapan sebelum mahasiswa diterjunkan ke lokasi pengabdian. (Uki)








