Topiksumut.id, JAKARTA – Roy Suryo tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), sebut Jokowi berbohong terus.
Jokowi sempat menyebut akan menunjukkan ijazahnya dari SD, SMP, SMA, hingga Sarjana di pengadilan. Roy Suryo menilai pernyataan Jokowi itu hanyalah kebohongan belaka.
Karena menurut Roy, bagaimana mungkin Jokowi bisa menunjukkan ijazahnya di pengadilan saat ijazah aslinya kini berada di tangan penyidik.
“Kemudian tadi dia katakan ‘Saya akan tunjukkan ijazahnya’ jelas-jelas ijazahnya enggak di dia kok. Bohong lagi kan, itu kan ijazahnya katanya kan sudah disita oleh Polda Metro Jaya tanggal 23 Juli.” ujarnya dikutip dari Tribun Medan.
“Waktu wawancara eksklusif (dengan Kompas TV) itu kan, awal Desember dia bilang ‘Ijazahnya saya pegang,’ gimana mau pegang ijazahnya, ijazahnya udah disita. Bohong terus orang ini (Jokowi),” kata Roy Suryo dalam tayangan Program ‘Sapa Indonesia Malam’ Kompas TV, Kamis (25/12/2025).
Lebih lanjut Roy menegaskan, saat ini yang dibutuhkan bukan hanya sekedar menunjukkan ijazah milik Jokowi.
Namun yang perlu dilakukan adalah pengujian kembali ijazah Jokowi di laboratorium forensik independen.
“Ngapain ditunjukkan (di persidangan) harus diperiksa. Makanya kita juga kemarin mengusulkan, Insya Allah rakyat Indonesia juga akan melihat lakukan uji di independen, di peneliti-peneliti independen. Misalnya di BRIN, UI dan lain sebagainya,” tegas Roy.
Sebelumnya, Roy Suryo telah mengajukan uji laboratorium forensik (labfor) secara independen oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) atau Laboratorium Forensik Universitas Indonesia (UI) pada empat dokumen milik Jokowi, termasuk ijazah.
Hal ini perlu dilakukan karena menurut Roy masih banyak kejanggalan pada ijazah Jokowi saat ditunjukkan oleh penyidik Polda Metro Jaya dalam gelar perkara khusus.
“Ada indikasi kuat yang kami terakhir ini kami paling ragukan adalah pada sidang KIP 17 November 2025 di Komisi Informasi Pusat di situ salah satu termohon adalah pihak Polda Metro Jaya,” urai Roy di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (22/12/2025).
Sedangkan itu, Jokowi mengaku siap menunjukkan ijazahnya dari Sekolah Dasar (SD) sampai Sarjana (S1) di pengadilan.
Ia bahkan akan datang sendiri jika hakim yang memintanya. Pernyataan itu disampaikan Jokowi di kediamannya di Sumber, Solo, Jawa Tengah, Rabu (24/12/2025).
“Kalau diminta oleh Yang Mulia Hakim, saya akan datang, terutama untuk menunjukkan ijazah asli SD, SMP, SMA, sampai S1. Akan saya tunjukkan semua,” kata Jokowi dilansir TribunSolo.com.
Terhadap para terlapor, Jokowi mengaku tetap akan melanjutkan permasalahan ini ke jalur hukum, meskipun dirinya memaafkan sejumlah pihak yang telah menuduh ijazahnya palsu.
“Urusan maaf-memaafkan itu urusan pribadi. Urusan hukum ya urusan hukum.”
“Kita hormati proses hukum yang ada,” ujar Jokowi.
Ijazah Jokowi telah ditunjukan ke publik saat gelar perkara khusus yang telah diselenggarakan oleh Polda Metro Jaya pada Senin (22/12/2025).
Jokowi pun mengapresiasi transparansi dalam gelar perkara tersebut.
“Ya itu kan memang yang diminta oleh mereka. Dan saya melihat keterbukaan, transparansi kepolisian, Polda Metro, saya kira sangat bagus,” kata Jokowi. (Red)








