Topiksumut.id, BINJAI – Kepala Sekolah SMAN 5 Binjai, Rumpia Ginting memastikan hak pendidikan Yudha pelajar yang dibegal di Jalan Sawo 3, Kelurahan Bandar Senembah, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, Sumatera Utara, tetap terlindungi meski dalam waktu dekat akan berlangsung ujian sekolah.
Bahkan Rumpia menjelaskan, ia turut ikut mendampingi keluarga korban membuat laporan resmi ke Polres Binjai atas kasus pencurian dengan kekerasan yang dialami Yudha.
Gitupun Rumpia menguraikan kepribadian Yudha menjadi seorang pelajar di SMAN 5 Binjai.
“Yudha ini anak yang baik dan rajin. Kami pastikan hak pendidikannya tetap terlindungi. Soal ujian, kami tunggu sampai dia benar-benar pulih,” ujar Rumpia usai menjenguk Yudha, Selasa (12/5/2026).
Lanjut Rumpia, langkah konkret juga disiapkan pihak sekolah.
“Di mana melalui OSIS SMAN 5 Binjai langsung memberi bantuan sosial untuk meringankan beban keluarga korban, yang kehilangan sepeda motor Honda Vario dan telepon genggam,” kata Rumpia.
Diketahui sepeda motor tersebut merupakan satu-satunya alat transportasi yang digunakan Yudha untuk mengantar ayahnya bekerja ke pabrik sebelum berangkat sekolah.
Rumpia pun menjelaskan, keberanian Yudha melawan pelaku dipengaruhi latar belakangnya sebagai siswa aktif kegiatan eskul karate di sekolahnya.
“Mungkin karena dia aktif karate, jadi punya keberanian. Dia sempat melawan demi mempertahankan motornya,” kata Rumpia.
Dikabarkan sebelumnya masyarakat yang bertempat tinggal di Jalan Sawo 3, Kelurahan Bandar Senembah, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, Sumatera Utara, mendadak heboh pada, tepatya tak jauh dari tenpat pemakaman umum menuju Titi Baru Berngam, Senin (11/5/2026) pagi.
Pasalnya seorang pelajar yang masih duduk dibangku sekolah menengah pertama (SMA) menjadi korban tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau begal.
Peristiwa sadis ini menyita perhatian masyarakat karena terjadi di jam padat aktivitas, sekitar pukul 7.00 WIB.
Korban atas nama Yudha yang kehilangan Honda Vario dan barang berharga lainnya.
Korban menjelaskan, peristiwa bermula dari adanya tabrakan dari belakang oleh terduga pelaku.
Korban pun kehilangan kendali atas motor yang kendarai hingga terjatuh di jalan.
“Saat itu, saya sempat berusaha mempertahankan kereta, tapi ada salah satu langsung mengeluarkan parang,” ujar Yudha.
Saat kejadian, korban hendak menuju sekolah. Dia lebih dulu antar ayahnya bekerja lalu lanjut ke sekolah.
“Begitu parang dikeluarkan, langsung mengarah ke leher dan saya tangkis dengan tangan,” ucap Yudha.
Akibat kejadian ini, korban mengalami luka pada tangan kiri dan kanan. Luka serius pada kedua tangan itu juga harus dirawat di rumah sakit.
“Kereta dan HP yang dibawa kabur, HP diletak di dashboard kereta,” kata Yudha.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Hizkia Siagian masih melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut.
Laporan korban juga sudah mendarat di Polres Binjai.
“Sedang dalam penyelidikan,” ujar Hizkia.
Dalam sepekan terkahir, dua peristiwa begal terjadi. Sebelum Yudha, seorang perempuan juga menjadi korban begal di Jalan Umar Baki, Kelurahan Cengkehturi, Binjai Utara pada malam hari.
Aksi tersebut diduga dilakukan oleh terduga pelaku bersajam. Akibat kejadian ini, korban kehilangan motor jenis metik dan telepon genggam serta laporan tersebut sudah mendarat di Polsek Binjai Utara. (red)








