Topiksumut.id, MEDAN – Ketua Umum Forum Intelektual Mahasiswa Sumatera Utara (FIMSU), Khairul Fadli Manurung, meminta seluruh pihak untuk tidak membangun opini maupun tudingan sepihak terhadap Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Sumatera Utara.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menurut Khairul, setiap pejabat publik harus dinilai secara objektif berdasarkan kinerja, tanggung jawab, dan kontribusinya terhadap masyarakat, bukan semata-mata berdasarkan isu atau tudingan yang berkembang di ruang publik.

“Jangan hanya karena ada persoalan dalam pelaksanaan program, kemudian seluruh tanggung jawab diarahkan kepada Kareg BGN Sumut. Kita harus melihat dulu bagaimana kinerjanya, apa kewenangannya, dan apa saja yang sudah dilakukan untuk memastikan program berjalan,” tegas Khairul.

FIMSU menilai Kareg BGN Sumut memiliki tanggung jawab strategis dalam memastikan pelaksanaan program BGN di Sumatera Utara berjalan dengan baik. Karena itu, berbagai upaya dan capaian dalam menjaga keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat juga harus menjadi bagian dari penilaian publik.

Khairul menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah dan lembaga negara merupakan bagian penting dari demokrasi. Namun, kritik harus tetap dibangun berdasarkan data, fakta, dan informasi yang utuh, bukan berdasarkan asumsi ataupun narasi yang berpotensi menggiring opini.

“Kami tidak sedang mengatakan bahwa tidak boleh ada kritik. Kritik itu penting. Tetapi kritik harus proporsional. Jangan sampai seseorang terus didorong untuk disalahkan tanpa melihat keseluruhan kinerja dan kewenangannya,” ujarnya.

FIMSU juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga informasi publik yang sehat. Setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat harus dapat dipertanggungjawabkan sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun keresahan.

“Kalau memang ada kekurangan, sampaikan secara terbuka dan berikan ruang untuk evaluasi. Tetapi jangan membangun tudingan yang belum tentu benar. Kita ingin BGN Sumut terus bekerja dan memperbaiki kualitas pelayanan, bukan justru terganggu oleh narasi yang tidak objektif,” kata Khairul.

FIMSU berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersama-sama mengawal pelaksanaan program BGN di Sumatera Utara secara konstruktif.

“Yang kita butuhkan hari ini bukan saling menuding, tetapi saling mengawasi dan memastikan program pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Nilailah Kareg BGN Sumut secara objektif melalui kinerjanya. Jika ada kekurangan, evaluasi; jika ada capaian, jangan ditutup-tutupi. Publik berhak mendapatkan informasi yang utuh dan berimbang,” tutup Khairul Fadli Manurung. (red)