Topik Sumut
  • Beranda
  • Nasional
  • Kriminal
  • Daerah
  • Politik
  • Peristiwa
  • Internasional
  • Olahraga
  • Lainnya
No Result
View All Result
Topik Sumut
  • Beranda
  • Nasional
  • Kriminal
  • Daerah
  • Politik
  • Peristiwa
  • Internasional
  • Olahraga
  • Lainnya
No Result
View All Result
Topik Sumut

Ombudsman : RSUD Djoelham Binjai Lalai dan Abai Usai Tewasnya Pasien saat Cuci Darah

Redaksi by Redaksi
03/07/2025
in Daerah
0
Ombudsman : RSUD Djoelham Binjai Lalai dan Abai Usai Tewasnya Pasien saat Cuci Darah

Kolase foto Wakil Wali Kota Binjai, Hasanul Jihadi dan RSUD Djoelham Binjai.

Share on FacebookShare on Whatsapp

Topiksumut.id, BINJAI – Ombudsman Republik Indonesia (RI) Perwakilan Sumatera Utara, melakukan pendalaman usai menerima laporan dari masyarakat terkait tewasnya R br Ketaren akibat adanya dugaan malapraktik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Djoelham Binjai.

Hasilnya Ombudsman RI Perwakilan Sumut hanya menemukan maladministrasi berupa lalai dan abai yang dilakukan perangkat RSUD Djoelham.

Baca Juga

BRI Sibolga Salurkan Bantuan Renovasi untuk Agen BRIlink Terdampak Bencana

BRI Sibolga Salurkan Bantuan Renovasi untuk Agen BRIlink Terdampak Bencana

22/04/2026
WNI Asal Kota Binjai yang Ditahan di Kamboja, Akhirnya Pulang ke Tanah Air

WNI Asal Kota Binjai yang Ditahan di Kamboja, Akhirnya Pulang ke Tanah Air

22/04/2026

“Terkait laporan masyarakat di RSUD Djoelham dengan matinya mesin cuci darah serta terkait pelayanan, kami setelah melakukan pemeriksaan memang terbukti ada maladministrasi,” kata Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Herdensi, Kamis (3/7/2025).

“Hasil pemeriksaan, abai (menejemen RSUD Djoelham) menjalankan kewajiban untuk memeriksa dan memastikan bahwa suplai air ke dalam mesin cuci darah itu tidak terhambat, itu abai,” sambungnya.

Selain mendalami adanya maladministrasi yang mengabaikan perangkat atau alat cuci darah hingga kehabisan air dan mengakibatkan nyawa melayang, Herdensi menyebut, pihaknya juga melihat fasilitas kesehatan di RSUD Djoelham.

“Demikian juga terkait dengan fasilitas lain, soal tanggungjawab dokter dengan pelayanan pasien, kemudian fasilitas lainnya rumah sakit seperti AC, wastafel atau tempat cuci tangan yang tidak tersedia sabun dan lain-lain, itu sebenarnya standar yang harus dipenuhi oleh rumah sakit,” kata Herdensi.

Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Herdensi menambahkan, menejemen RSUD Djoelham disebut abai untuk memastikan ketersediaan air pada mesin cuci darah tersebut.

ADVERTISEMENT

“Dari pemeriksaan yang kami lakukan terkait dengan ketersedian suplai air, pihak rumah sakit abai untuk memastikan atau paling tidak menempatkan semacam petugas setiap hari atau menyediakan semacam alat kontrol. Alat itu bisa bunyi untuk memberi pesan kepada penanggung jawab bahwa air mati atau air tidak tersedia, sehingga bisa dilakukan mitigasi lebih dini,” kata Herdensi.

Herdensi menambahkan, Ombudsman RI Perwakilan Sumut sudah menyampaikan laporan hasil pemeriksaan terhadap RSUD Djoelham Binjai kepada wali kota.

“Yang pada intinya kami menyampaikan bahwa selain menemukan ada maladministrasi, kami juga memberikan saran korektif, masukan-masukan korektif terkait dengan rumah sakit, terkait dengan fasilitas kesehatan. Disediakan tim untuk memantau, monitoring, mengevaluasi terkait dengan fasilitas kesehatan, kalau gak bisa menyediakan orang, minimal menyediakan perangkatnya dulu,” ucapnya.

“Kami menemukan adanya maladministrasi, penyalahgunaan wewenang yang tidak sesuai dengan tugas fungsi. Yang kita temukan ini abai, mesin cuci darahnya bagus, peralatan penyulingannya bagus tapi suplai airnya yang tidak dapat dipastikan dengan baik, itukan abai mereka,” tambahnya.

Terpisah, Pelaksana Tugas Direktur RSUD Djoelham, dr Romy Ananda tidak menanggapi konfirmasi wartawan untuk keberimbangan.

Hal yang ditanyakan kepada dr Romy mengenai sikap menejemen RSUD Djoelham terkait laporan hasil pemeriksaan Ombudsman RI Perwakilan Sumut menyoal adanya maladministrasi hingga abai dan lalai dalam operasi mesin cuci darah hingga mengakibatkan nyawa melayang.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Binjai, Hasanul Jihadi turun gunung ke RSUD Djoelham usai sejumlah pelayanan buruk yang terjadi hingga menjadi perbincangan hangat masyarakat.

Seorang pasien jenis kelamin wanita berusia 75 tahun tewas saat sedang melakukan cuci darah kedua di RSUD Djoelham.

Anak korban merasa tak puas dan janggal atas kematian ibunya hingga melaporkan hal itu ke Polda Sumut.

Disebut tak puas dan janggal karena sebelum ibunya wafat, alarm mesin cuci darah berbunyi dan muncul tulisan no water.

Bahkan anak korban menyurati DPRD dan Inspektorat Binjai untuk menindaklanjuti yang dialami ibunya sebelum meninggal dunia.

Selain pasien cuci darah, pelayanan RSUD Djoelham juga disoroti keluarga Agung Pramana.

Anak Agung yang belum genap 1 tahun berinsial MAP harus meninggal dunia karena kelamaan menunggu dokter spesialis anak dan bahkan hingga bermalam.

Alhasil, bayi 11 bulan itu meninggal dunia di RSUD Djoelham pada siang harinya. (Red)

Tags: AbaiCuci DarahIndonesiaKota BinjaiLalaiNasionalOmbudsmanPemko BinjaiRSUDRSUD Djoelham BinjaiSumatera UtaraSumutTewas
Previous Post

Kejatisu Akan Panggil Pejabat PT SGN Kwala Madu, Dugaan Korupsi Anggaran Perawatan Tebu

Next Post

Kecelakaan di Spanyol, Gelandang Liverpool Diogo Jota Meninggal Dunia

Menarik Lainnya

BRI Sibolga Salurkan Bantuan Renovasi untuk Agen BRIlink Terdampak Bencana

BRI Sibolga Salurkan Bantuan Renovasi untuk Agen BRIlink Terdampak Bencana

22/04/2026
WNI Asal Kota Binjai yang Ditahan di Kamboja, Akhirnya Pulang ke Tanah Air

WNI Asal Kota Binjai yang Ditahan di Kamboja, Akhirnya Pulang ke Tanah Air

22/04/2026
Ratusan IRT di Sibolga Terima Sembako Gratis dari Anggota DPR RI Sabam Rajagukguk

Ratusan IRT di Sibolga Terima Sembako Gratis dari Anggota DPR RI Sabam Rajagukguk

22/04/2026
Belasan Dokumen Diamankan saat Kejari Binjai Geledah Rumah Tersangka Korupsi di Dinas Pertanian

Belasan Dokumen Diamankan saat Kejari Binjai Geledah Rumah Tersangka Korupsi di Dinas Pertanian

22/04/2026
Next Post
Kecelakaan di Spanyol, Gelandang Liverpool Diogo Jota Meninggal Dunia

Kecelakaan di Spanyol, Gelandang Liverpool Diogo Jota Meninggal Dunia

Populer

  • Wali Kota Lantik 76 Pejabat Baru, Khairul Azmi Kadis PUTR Langkat Pindah ke Medan

    Wali Kota Lantik 76 Pejabat Baru, Khairul Azmi Kadis PUTR Langkat Pindah ke Medan

    63 shares
    Share 25 Tweet 16
  • Betmen di Langkat yang Sempat Ditangkap Kasus Penganiayaan Kini Bebas, Ini Alasannya

    54 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Polisi Gerebek Barak Narkoba di Langkat, Ini Hasilnya

    51 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Selebgram Keyndah Diduga Terlibat Link VCS yang Viral dengan Suami Clara Shinta

    46 shares
    Share 18 Tweet 12
  • Berikut Kronologi Sepasang Kekasih yang Meninggal Dunia Usai Kecelakaan di Langkat

    45 shares
    Share 18 Tweet 11

Rekomendasi

Ternyata Anies Baswedan tak Diudang Demokrat saat Hadiri Open House di Rumah SBY

Ternyata Anies Baswedan tak Diudang Demokrat saat Hadiri Open House di Rumah SBY

26/03/2026
Ratusan Masyarakat Ambrukkan Pagar Kantor Bupati Usai Tak Puas dengan DPRD Langkat

Ratusan Masyarakat Ambrukkan Pagar Kantor Bupati Usai Tak Puas dengan DPRD Langkat

20/04/2026
Topik Sumut

Portal berita online terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar Sumatera Utara dan Nasional.

E-mail: topiksumut2025@gmail.com

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi

© 2025 Topik Sumut - Powered by Sejasa Net

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Kriminal
  • Daerah
  • Politik
  • Peristiwa
  • Internasional
  • Olahraga
  • Lainnya

© 2025 Topik Sumut - Powered by Sejasa Net