Topiksumut.id, SIDIKALANG – Yayasan Diakonia Pelangi Kasih (YDPK) menggelar Seminar Ekoteologi, pameran foto di Gedung Nasional Djauli Manik, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan ini sekaligus memperingati Hari Bumi Internasional menjadi momentum penting untuk mengingatkan setiap manusia agar menjaga bumi dimana kita berpijak.
Selain pameran foto, kegiatan tersebut juga menggelar perlombaan music bertemakan lingkungan dan live music yang di isi dengan penampilan band dan music lainnya.
YDPK menggandeng Gereja HKBP sedistrik VI Dairi, dimana Kepala Departemen Koinonia HKB, Pdt. Deonal Sinaga juga bertindak sebagai narasumber.
Deonal memaparkan bagaimana fakta krisis iklim dan dampaknya bagi masa depan pemuda sehingga iman pemuda semakin kuat serta menjadi teladan iman dan peduli terhadap ciptaan.
Selain itu narasumber kedua, Pdt. Riedel Sihotang berbicara terkait bagaimana secara spesifik kitab suci dan ajaran kristen memandang alam, sehingga pemuda sadar bahwa manusia yang menguasai bukan untuk dirusak melainkan untuk dirawat.
Penanggung jawab kegiatan dari Yayasan Diakonia Pelangi Kasih , Monica Siregar menyatakan bahwa Seminar ini bertujuan untuk mengedukasi para pemuda agar iman pemuda sebagai dasar kepedulian m dan mendorong pemuda untuk membangun ketahanan iman menghadapi tantangan krisis lingkungan.
“Disamping itu juga masalah lingkungan dan krisis iklim semakin menjadi ancaman nyata bagi kita seluruh manusia di bumi. Bencana ekologis terjadi dimana-mana dan menjadi sorotan penting juga bagi Dairi saat ini yang merupakan daerah rawan bencana, tetapi pemerintah justru memberikan karpet merah bagi perusahaan perusak lingkungan yang akan membongkar perut bumi, ” jelasnya.
Katany, ktehadiran perusahaan sudah memberikan dampak di tahun 2012 dengan bocornya limbah yang merusak kolam-kolam dan mata pencaharian warga.
Santun Sinaga, selaku Direktur YDPK menegaskan momentum hari bumi ini mengajak seluruh pemuda khususnya HKBP distrik VI Dairi untuk peduli terhadap ciptaan Tuhan dan bagaimana mewujudkan aksi nyata dalam menjaga lingkungan di masing-masing.
“Baik itu lingkungan gereja serta ikut bersuara bersama masyarakat yang menolak kehadiran perusahaan perusk lingkungan, ” ungkapnya.
Santun berharap kerjasama dengan HKBP distrik VI Dairi tidak hanya sebatas melakukan seminar, tetapi kedepannya agar melakukan aksi-aksi nyata untuk peduli dan menjaga lingkungan.
“Kalau tidak dimulai dari generasi muda, akan sulit kedepannya kita bisa mewariskan lingkungan yang sehat, aman, damai sejahtera bagi seluruh generasi, ” tutupnya. (alv)








