Topiksumut.id, BINJAI – Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Wilayah II Sumatera Utara (Binjai-Langkat) mengaku sudah mengetahui dugaan penganiayaan terhadap murid SMA Negeri 2 Binjai yang diduga dilakukan guru olahraga.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Namun demikian, Kacabdisdik Wilayah II Sumut, Abdul Kadir Simorangkir, enggan berkomentar panjang terkait persoalan tersebut.

Muncul dugaan, Cabdisdik Wilayah II Binjai-Langkat mengetahui dugaan penganiayaan yang dilakukan guru olahraga sekaligus pembantu kepala sekolah itu pasca diberitakan.

“Baik, segera,” singkat Kadir, Sabtu (3/10/2026).

Ditanya lebih lanjut bagaimana sikap Cabdisdik Wilayah II Binjai-Langkat atas dugaan penganiayaan yang kini telah dilaporkan ke Polres Binjai, Abdul Kadir tidak meresponnya.

Juga apakah Cabdisdik Wilayah II Binjai-Langkat pernah mendapat laporan lain atas sikap oknum guru itu, dia tidak memberikan lebih lanjut.

Hanya saja, kata dia, Cabdisdik Wilayah II Binjai-Langkat sudah menindaklanjuti hal tersebut.

“Kami tindaklanjuti,” ujar Kadir.

Sementara, Kepala SMA Negeri 2 Binjai, Juliana br Sitepu mengungkapkan, sudah menggelar rapat bersama pembantu kepala sekolah pasca pemberitaan yang menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.

Bahkan Juliana menambahkan, sejumlah guru termasuk wali kelas, sudah mendatangi rumah korban

“Tetapi anak (korban) tersebut tidak mau, kata orangtua tidak bisa dilihat,” ucap Juliana.

Juliana juga sudah melaporkan hal ini kepada Cabdisdik Wilayah II Sumut dan dinas pendidikan provinsi atas masalah yang tengah guru olahraga.

“Semalam saya ditelepon dari provinsi untuk menindaklanjuti, kami sudah klarifikasi, orangtuanya tidak mengizinkan untuk melihat anak tersebut,” kata Juliana.

Karena kondisi itu, menurut Juliana, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Polres Binjai untuk ditelusuri lebih lanjut dan diselesaikan.

“Kami merasa tidak ada macam begini (dugaan penganiayaan) dan kami terima kasih kepada wartawan atas informasinya,” ucap Juliana.

Dugaan penganiayaan yang menimpa korban diduga terjadi di lingkungan sekolah, Kecamatan Binjai, Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 16.15 WIB.

Orangtua korban sudah melaporkan dugaan penganiayaan ini ke Polres Binjai, sesuai dengan nomor: LP/B/510/IX/2026/SPKT/Polres Binjai/Polda Sumatera Utara.

Belum diketahui persis kronologi dan motif dugaan penganiayaan ini terjadi.

Namun akibatnya, korban sempat dilarikan ke rumah sakit atas dugaan penganiayaan tersebut.

Korban merupakan siswa pindahan dari salah satu sekolah menengah atas negeri di Kota Medan dan masuk ke SMAN 2 Binjai saat duduk di bangku kelas XI. (red)