Topiksumut.id, SIBOLGA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sibolga bersama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) mendorong penguatan ketahanan pangan daerah melalui panen bersama demplot padi varietas Gamagora 7. Kegiatan ini digelar di Desa Tatengger, Kecamatan Angkola Muaratais, Senin (27/1/2026).
Panen bersama tersebut merupakan bagian dari sinergi BI Sibolga dan Pemkab Tapsel dalam meningkatkan produktivitas beras sekaligus kesejahteraan petani. Kegiatan dihadiri Kepala Perwakilan BI Sibolga, pimpinan Bulog KC Padangsidimpuan, Kepala Dinas Pertanian Tapsel, jajaran OPD terkait, BPS, perangkat kecamatan dan desa, penyuluh pertanian, serta kelompok tani setempat.
Kepala Perwakilan BI Sibolga, Riza Putera, mengapresiasi keberhasilan implementasi varietas unggul Gamagora 7 yang dinilai mampu meningkatkan hasil panen secara signifikan. Menurutnya, penggunaan bibit unggul yang didukung teknik budidaya tepat menjadi kunci peningkatan produktivitas pertanian.
“Keberhasilan demplot ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi bagi masyarakat pertanian di Tapanuli Selatan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujar Riza.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan menjelaskan bahwa lebih dari 1.000 hektare lahan sawah di wilayah tersebut sempat terdampak bencana alam. Oleh karena itu, keberhasilan demplot padi Gamagora 7 akan dijadikan model untuk direplikasi di wilayah lain guna menjaga stabilitas pasokan pangan daerah.
Dinas Pertanian Tapsel juga berharap dukungan berkelanjutan dari Bank Indonesia, khususnya dalam mendorong Gapoktan Tatengger berkembang menjadi pusat penangkaran bibit Gamagora 7 secara mandiri.
Selain sektor padi, Bank Indonesia turut menunjukkan komitmen pengembangan ekonomi daerah dengan menyalurkan dukungan sarana prasarana berupa mesin bor tanah kepada Kelompok Tani Aek Nabara. Fasilitas tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas sektor kopi sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.
Berdasarkan hasil pengukuran dan pengubinan yang dilakukan Dinas Pertanian bersama BPS, rata-rata hasil panen padi Gamagora 7 mencapai 9,64 ton per hektare. Angka ini jauh melampaui rata-rata produktivitas padi di Tapanuli Selatan yang berkisar 5–6 ton per hektare.
Capaian tersebut dinilai sangat baik dan menjadi harapan baru bagi penguatan kemandirian pangan daerah. Bank Indonesia menegaskan akan terus mendorong sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan guna mendukung pengembangan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Uki)








