Topiksumut.id, TAPANULI TENGAH – Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan terus dilakukan dalam rangkaian Latihan Bersama (Latma) Pacific Partnership 2026 melalui kegiatan Medical Civic Action Program (MEDCAP) dan Subject Matter Expert Exchange (SMEE) di RSUD Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Selasa (28/7/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran ilmu pengetahuan dan pengalaman antara tenaga kesehatan Indonesia dengan tim medis dari negara-negara sahabat, sekaligus memperkuat kapasitas tenaga medis dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan siap menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Program tersebut melibatkan tim medis Puskes TNI, personel US Navy, delegasi Jerman dan Kanada, serta didampingi personel Denkesyah Sibolga. Selama kegiatan berlangsung, para peserta berdiskusi dan berbagi praktik terbaik dalam pelayanan medis yang mengedepankan keselamatan pasien dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Hospital Side by Side di sejumlah unit pelayanan RSUD Pandan, yakni Poli Mata, Fisioterapi, dan Instalasi Elektromedik. Tim medis internasional mendampingi dokter dan tenaga kesehatan rumah sakit dalam memberikan pelayanan kepada pasien sambil berbagi pengalaman mengenai prosedur medis, penggunaan peralatan kesehatan, serta standar pelayanan yang diterapkan di masing-masing negara.

Selanjutnya, sekitar 10 dokter spesialis mengikuti Grand Round Subject Matter Expert Exchange (SMEE) dengan materi mengenai penanganan gangguan tenggorokan (Throat) serta Epistaksis, yaitu teknik dan pendekatan medis dalam menghentikan perdarahan hidung. Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas penanganan kasus, teknik pemeriksaan, hingga metode terapi yang efektif berdasarkan perkembangan ilmu kedokteran.

Pada sesi siang, kegiatan dilanjutkan dengan Hospital Side by Side di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Tim medis dari Kanada, Amerika Serikat, dan Puskes TNI mendampingi tenaga kesehatan RSUD Pandan dalam penanganan pasien gawat darurat, sekaligus berbagi pengalaman mengenai pengambilan keputusan klinis, komunikasi tim medis, dan penanganan pasien secara cepat, tepat, serta terkoordinasi.

Komandan Lanal Sibolga Letkol Laut (P) Haka Andinantha, M.Tr. Opsla., mengatakan bahwa kegiatan Pacific Partnership 2026 memberikan manfaat besar bagi tenaga kesehatan di daerah karena menghadirkan kolaborasi langsung dengan tenaga medis dari berbagai negara.
“Melalui kegiatan Subject Matter Expert Exchange dan Hospital Side by Side ini, para dokter dan tenaga kesehatan dapat saling bertukar pengalaman, meningkatkan kompetensi, serta memperluas wawasan mengenai pelayanan kesehatan sesuai standar internasional. Kami berharap ilmu yang diperoleh selama Pacific Partnership 2026 dapat diterapkan di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya sehingga kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat,” ujar Danlanal.

Menurutnya, Pacific Partnership tidak hanya memperkuat hubungan persahabatan antarnegara, tetapi juga menjadi wujud nyata kerja sama kemanusiaan dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan.

“Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, rumah sakit, dan tim medis dari negara-negara sahabat menjadi modal penting dalam membangun sistem kesehatan yang tangguh. Kegiatan seperti ini diharapkan terus berlanjut karena memberikan manfaat nyata bagi tenaga kesehatan maupun masyarakat,” tambahnya.

Program SMEE dan Hospital Side by Side merupakan salah satu agenda utama Pacific Partnership 2026 yang bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, memperkuat kerja sama internasional, serta mendukung kesiapsiagaan pelayanan kesehatan di Indonesia.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Diharapkan hasil dari pertukaran pengetahuan dan pengalaman tersebut dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan mutu pelayanan kesehatan di RSUD Pandan maupun fasilitas kesehatan lainnya di wilayah Tapanuli Tengah. (sukri)