Topiksumut.id, LANGKAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat, Sumatera Utara, berkomitmen terus mengawal percepatan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak banjir di 16 kecamatan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Komitmen tersebut disampaikan usai Plt Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti mengikuti Zoom Meeting bersama masyarakat dengan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Satgas PRR) Sumatera yang digelar secara terbuka di Lapangan Bola RGM, Kecamatan Besitang, Senin (27/7/2026).

Kegiatan yang dihadiri ribuan masyarakat korban banjir dari Kecamatan Besitang, Sei Lepan, dan Brandan Barat itu menjadi wadah penyampaian perkembangan terbaru terkait proses verifikasi dan sinkronisasi data calon penerima bantuan tahap II yang saat ini tengah diproses oleh pemerintah pusat.

Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa sebanyak 73.321 warga telah tercatat sebagai calon penerima bantuan korban banjir Kabupaten Langkat tahap II.

Bantuan yang direncanakan meliputi jaminan hidup, stimulan ekonomi, dan bantuan isi hunian.

Plt Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Langkat akan terus berada di garda terdepan memperjuangkan hak-hak masyarakat korban banjir hingga bantuan tersebut benar-benar terealisasi.

“Kalian itu adalah saya dan saya adalah kalian. Saya akan terus berada di barisan terdepan untuk memperjuangkan hak-hak kalian,” ujar Tiorita.

Sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Langkat, Tiorita juga mengungkapkan bahwa pada 4 Agustus 2026 dirinya akan bertolak ke Jakarta bersama perwakilan masyarakat korban banjir untuk bertemu kementerian terkait.

“Pertemuan itu bertujuan mendorong percepatan penyelesaian proses administrasi dan penyaluran bantuan agar segera diterima oleh masyarakat yang berhak,” kata Tiorita.

Sedangkan itu Plt Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB) Kementerian Sosial RI, Cece Suryani yang hadir dikegiatan tersebut menjelaskan bahwa proses penyaluran bantuan masih menunggu penyelesaian validasi data oleh BPS.

“Kami terus berupaya dan tidak pernah mengabaikan Langkat. Saya tahu persis bagaimana kondisi Kabupaten Langkat ketika banjir. Kami dari Kementerian Sosial akan terus memberikan pembaruan setelah data kami terima dari BPS,” ujar Cece.

Sementara itu, Plt Direktur Statistik Ketahanan Sosial BPS RI, Dr Budi Santoso, menyampaikan bahwa data korban banjir Kabupaten Langkat saat ini telah memasuki tahap ke-9 dari total 11 tahapan proses.

“Kami sedang melakukan sinkronisasi data. Mohon masyarakat bersabar. Setelah proses ini selesai, data akan disampaikan kepada Kementerian Sosial, Satgas PRR Sumatera, BNPB, Kementerian PMK, dan Kementerian PKP untuk memasuki tahapan berikutnya,” ujar Budi.

Budi menambahkan, pada tahapan akhir seluruh data akan diajukan ke Kementerian Keuangan sebagai dasar penganggaran bantuan.

“Kami bersama Badan Pusat Statistik akan terus mempercepat proses ini dan berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Langkat,” kata Budi.

Dihadapan ribuan warga, Ketua Forum Masyarakat Korban Bencana Banjir (FMKBB), Sauli Lubis, mengajak seluruh masyarakat tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memecah perjuangan bersama.

“Tahapan pencairan bantuan tinggal sedikit lagi. Jangan mau terpecah belah oleh provokator sehingga perjuangan kita semua tidak sia-sia,” ucap Sauli. (red)