Topiksumut.id, BINJAI – Masyarakat Kota Binjai, Sumatera Utara, masih harus mengantre untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) dibeberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Rabu (15/7/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Peristiwa ini terjadi sejak beberapa hari belakangan ini. Namun amatan wartawan si SPBU 14.207.166 yang beralamat di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Tanah Tinggi, Sumatera Utara, sekitar pukul 14.30 WIB, antrean masyarakat untuk mendapatkan BBM tidak begitu panjang seperti beberapa hari sebelumnya.

Meski kendaraan roda empat dan truk masih mengantre sampai ke jalan raya, tapi tidak sampai mengganggu arus lalulintas.

Gitupun, tampak personel Satlantas Polres Binjai, bersiaga agar tak terjadi kemacetan disekitar SPBU di Kelurahan Tanah Tinggi.

Sedangkan itu, antrean sepeda motor yang hendak mengisi BBM jenis Pertalite masih terlihat memanjang.

Berbanding terbalik dengan BBM jenis Pertamax. Hanya sedikit pengendara sepeda motor maupun mobil yang melakukan pengisian bahan bakar.

Terlihat juga petugas Satpol PP mengatur masyarakat yang hendak melakukan pengisian bahan bakar minyak.

“Hari ini memang tidak begitu panjang antreannya. Walaupun membutuhkan waktu lebih kurang 30 menit baru bisa mengisi BBM jenis Pertalite,” ujar Wanto salahseorang pengendara sepeda motor yang berdomisili di Kecamatan Binjai Utara.

Wanto tetap melilih Pertalite meski harus rela mengantre, dibanding mengisi BBM jenis Pertamax.

“Pertamax memang tidak ada antrean. Tapi saya tetap memilih Pertalite karena harganya masih murah,” kata Wanto.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) di Sumut dalam kondisi aman.

Kelangkaan yang terjadi di sejumlah SPBU disebut bukan disebabkan kekurangan pasokan, melainkan terganggunya distribusi akibat berkurangnya pengemudi truk pengangkut BBM.

Hal itu disampaikan Bobby Nasution kepada wartawan usai mengikuti rapat koordinasi terkait distribusi BBM di Kantor Gubernur Sumut.

Menurut Bobby, berdasarkan penjelasan yang diterimanya dari Pertamina, persoalan utama saat ini berada pada distribusi BBM dari depot ke SPBU.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi Sumut telah berkoordinasi dengan Pertamina, TNI dan Polri guna memastikan distribusi BBM kembali berjalan normal.

Bobby mengatakan pihaknya meminta personel TNI dan Polri disiapkan untuk membantu proses distribusi, baik sebagai pengemudi maupun pengamanan armada pengangkut BBM apabila dibutuhkan.

“Mulai malam ini kami minta tim dari TNI dan Polri siap. Tinggal menunggu kebutuhan yang disampaikan Pertamina, berapa jumlah personel yang diperlukan untuk membantu distribusi,” ujar Bobby.

Ia menegaskan Pemprov Sumut siap memberikan dukungan penuh agar gangguan distribusi tidak berlarut-larut dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun roda perekonomian.

Meski demikian, Bobby menyebut persoalan terkait perekrutan maupun pemberhentian pengemudi merupakan urusan internal perusahaan yang menjadi kewenangan Pertamina.

Diketahui Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Binjai, Chairin Simanjuntak, sebelumnya juga telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Binjai, pada Selasa (14/7/2026).

Sidak tersebut dilakukan bersama unsur forkopimda dan jajaran perangkat daerah terkait guna memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat.

Adapun SPBU yang dikunjungi yakni SPBU 14.207.166 di Jalan Soekarno Hatta dan SPBU 14.207.1127 di Jalan Tengku Amir Hamzah, Kelurahan Jati Makmur, Kecamatan Binjai Utara.

Kegiatan ini dilakukan untuk memantau kondisi stok dan distribusi BBM di lapangan, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

Hasil pemantauan menunjukkan bahwa stok BBM di SPBU Jalan Soekarno Hatta masih tersedia.

“Namun, terjadi keterlambatan distribusi dari pihak pemasok yang mengakibatkan antrean kendaraan meningkat. Kondisi tersebut turut dipengaruhi belum meratanya pasokan BBM di sejumlah SPBU lainnya di Kota Binjai,” ujar Chairin.

Sementara itu, di SPBU Jalan Tengku Amir Hamzah, stok BBM telah habis sejak siang hari. Pasokan yang dijadwalkan tiba pada dini hari hingga sore hari belum diterima, sehingga pihak SPBU masih menunggu distribusi dari pemasok.

Di sela-sela peninjauan, Sekda Kota Binjai menegaskan bahwa Pemerintah Kota Binjai terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat distribusi BBM ke seluruh SPBU di Kota Binjai.

“Kami terus berkomunikasi dengan pihak pemasok agar distribusi BBM dapat segera dilakukan. Harapannya, kebutuhan masyarakat dapat kembali terpenuhi dan kondisi distribusi segera normal,” ucap Chairin.

Melalui langkah koordinasi yang terus dilakukan, Pemerintah Kota Binjai berharap pasokan BBM di seluruh SPBU dapat segera kembali stabil sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan lancar. (red)