Topiksumut.id, LABUHANBATU – Aksi pencurian dengan kekerasan (curas) menimpa seorang tenaga pendidik bernama Fadli Haqqi Romadhona Ritonga (36).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Korban mengalami luka bacok setelah memergoki tiga orang pria yang diduga tengah mencuri buah kelapa sawit di ladang miliknya yang terletak di Dusun Tanjung Makmur, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labuhanbatu.

@topik_sumut

Aksi pencurian dengan kekerasan (curas) menimpa seorang tenaga pendidik bernama Fadli Haqqi Romadhona Ritonga (36). Korban mengalami luka b4cok setelah memergoki tiga orang pria yang diduga tengah mencuri buah kelapa sawit di ladang miliknya yang terletak di Dusun Tanjung Makmur, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labuhanbatu. Berdasarkan dokumen Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) nomor STTLP/B/777/V/2026/SPKT/POLRES LABUHANBATU/POLDA SUMATERA UTARA, peristiwa tindak pidana tersebut terjadi pada Jumat (29/5/2026), sekira pukul 06.00 WIB. Peristiwa bermula saat korban hendak memeriksa kondisi ladang kelapa sawit miliknya. Langkah tersebut diambil lantaran korban kerap mengalami kerugian akibat buah sawit di kebunnya sering hilang. Saat memasuki area perkebunan, korban berpapasan dengan tiga orang pria yang membawa buah sawit serta senj4ta t4jam. Adapun identitas ketiga terduga pelaku yang dikenal oleh korban adalah, Baharuddin Rambe alias Ucok (membawa senj4ta t4jam jenis parang panjang dan egrek pendek), Hasanuddin Rambe alias Hasan (membawa senjata tajam jenis egrek), Misriadi (membawa pipa/pipber). Saat dikonfirmasi, Fadli Haqqi menjelaskan bahwa ketegangan bermula ketika dirinya mempertanyakan asal-usul buah sawit yang dibawa oleh para pelaku. “Saya bertanya kepada mereka, ‘Sawit siapa ini?’. Salah seorang pelaku kemudian menjawab, ‘Sawit PT ini’. Karena merasa curiga, saya kembali menegaskan, ‘Tidak mungkin, tampaknya bukan. Tunggu dulu, sebenarnya ini sawit siapa?’. Pertanyaan tersebut rupanya memicu amarah para pelaku,” ujar Fadli Minggu (31/5/2026). Situasi semakin memanas ketika terduga pelaku, Baharuddin Rambe alias Ucok, langsung melontarkan ancaman pembunuhan kepada korban. “Pelaku berteriak, ‘Banyak sekali bicaramu, saya bvnuh kamu nanti!’. Tidak sebatas ancaman verbal, pelaku kemudian langsung melayangkan senj4ta t4jam ke arah tubuh saya,” kata Fadli menirukan posisi ancaman pelaku. (*) #topiksumut #viral #kriminal #labuhanbatu #sumaterautara

♬ suara asli – Topik Sumut – Topik Sumut

Berdasarkan dokumen Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) nomor STTLP/B/777/V/2026/SPKT/POLRES LABUHANBATU/POLDA SUMATERA UTARA, peristiwa tindak pidana tersebut terjadi pada Jumat (29/5/2026), sekira pukul 06.00 WIB.

Peristiwa bermula saat korban hendak memeriksa kondisi ladang kelapa sawit miliknya. Langkah tersebut diambil lantaran korban kerap mengalami kerugian akibat buah sawit di kebunnya sering hilang.

Saat memasuki area perkebunan, korban berpapasan dengan tiga orang pria yang membawa buah sawit serta senjata tajam.

Adapun identitas ketiga terduga pelaku yang dikenal oleh korban adalah, Baharuddin Rambe alias Ucok (membawa senjata tajam jenis parang panjang dan egrek pendek), Hasanuddin Rambe alias Hasan (membawa senjata tajam jenis egrek), Misriadi (membawa pipa/pipber).

Saat dikonfirmasi, Fadli Haqqi menjelaskan bahwa ketegangan bermula ketika dirinya mempertanyakan asal-usul buah sawit yang dibawa oleh para pelaku.

“Saya bertanya kepada mereka, ‘Sawit siapa ini?’. Salah seorang pelaku kemudian menjawab, ‘Sawit PT ini’. Karena merasa curiga, saya kembali menegaskan, ‘Tidak mungkin, tampaknya bukan. Tunggu dulu, sebenarnya ini sawit siapa?’. Pertanyaan tersebut rupanya memicu amarah para pelaku,” ujar Fadli Minggu (31/5/2026).

Situasi semakin memanas ketika terduga pelaku, Baharuddin Rambe alias Ucok, langsung melontarkan ancaman pembunuhan kepada korban.

“Pelaku berteriak, ‘Banyak sekali bicaramu, saya bunuh kamu nanti!’. Tidak sebatas ancaman verbal, pelaku kemudian langsung melayangkan senjata tajam ke arah tubuh saya,” kata Fadli menirukan posisi ancaman pelaku.

Dalam upaya menyelamatkan diri, korban refleks menangkis tebasan tersebut menggunakan tangan kirinya. Guna menghentikan serangan susulan, korban berinisiatif memeluk tubuh pelaku hingga keduanya terjatuh ke tanah.

Aksi penganiayaan tersebut akhirnya berhasil dihentikan setelah sejumlah warga serta petugas penjaga alat berat (beko) yang berada di sekitar lokasi datang melerai.

Akibat sabetan senjata tajam tersebut, korban mengalami luka bacok yang cukup serius pada bagian tangan kiri serta luka robek di sela jari kaki telunjuk sebelah kiri. Fadli juga menambahkan bahwa aktivitas para pelaku selama ini telah sangat meresahkan masyarakat hukum adat setempat.

“Komplotan ini sudah sangat meresahkan warga sekitar. Mereka kerap mengambil buah sawit di ladang milik masyarakat tanpa pandang bulu. Bahkan, beberapa di antaranya diketahui sudah berulang kali masuk penjara,” tegas korban.

Pasca-kejadian, korban langsung mendatangi Markas Polres Labuhanbatu untuk membuat laporan resmi guna mendapatkan keadilan. Hingga berita ini diturunkan, kasus dugaan pencurian dengan kekerasan tersebut sedang ditangani secara intensif oleh Satreskrim Polres Labuhanbatu guna mengejar para pelaku. (red)