Topiksumut.id, BINJAI – Dua dari tiga orang yang diringkus personel BNNK Binjai saat menggerebek tempat isap sabu dan judi di Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Sumatera Utara, dinyatakan positif narkoba.
Adapun identitas keduanya bernama Erick Giovani (28) warga Dusun II Lau Tenges, Kecamatan Sei Bingai, Langkat, dan Dedi Syahputra (40) warga Jalan Juanda, Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai.
@topik_sumut BNNK Binjai menggerebek sarang s4bu dan jvdi di Jalan Diponegoro, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Sumatera Utara, pada Jumat (22/5/2026) petang. Petugas yang melakukan penggerebekan, sempat beberapa kali meletuskan temb4kan ke udara. Hal ini membuat sejumlah orang yang berada dilokasi kocar kacir melarikan diri. Meski demikian, petugas berhasil mengamankan tiga orang, dua pria dan satu wanita. Tak hanya itu, beberapa barang bukti n4rkoba jenis s4bu beserta alat isap berhasil disita. Belasan mesin jvdi dingdong dan satu unit mesin jvdi temb4k ikan juga ikut disita petugas. (*) #topiksumut #viral #kriminal #kotabinjai #sumaterautara
Sementara seorang wanita berinisial NA (16) warga Rantau Perapat, dinyatakan negatif setelah menjalani tes urin.
Selain BNNK, dalam penggerebekan itu ikut serta Satres Narkoba Polres Binjai, dan Polisi Militer Subdenpom Binjai.
“Adapun barang bukti yang berhasil kita sita, timbangan dua unit, narkoba jenis sabu seberat 0,82 gram, 11 alat isap sabu (bong), Handy Talky (HT) 3 unit, handphone 3 unit, dan 20 unit sepeda motor,” ujar Kepala BNNK Binjai, Ucok Ferry, Sabtu (23/5/2026).
Tak hanya itu, petugas juga menyita 15 unit mesin judi jackpot, mesin judi tembak ikan satu unit, dan uang tunai Rp 1.416.000.
Dikabarkan sebelumnya, masyarakat di Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Sumatera Utara, mendadak heboh pada, Jumat (22/5/2026) petang.
Pasalnya Badan Narkotik Nasional (BNN) Kota Binjai, menggerebek tempat isap narkoba dan judi.
Kedatangan petugas BNNK Binjai sontak menghebohkan sejumlah orang yang sedang asik mengisap sabu dan bermain judi jekpot serta tembak ikan.
Puluhan orang yang mendapat kode kedatangan petugas langsung kocar-kacir kabur meninggalkan barak yang diduga milik seorang pria berinisial UG.
Puluhan sepeda motor yang diduga milik orang yang berada ditempat isap narkoba dan judi ditinggalkan begitu saja.
Menariknya, lokasi barak ini berada di pinggir jalan. Akses tersebut acap kali dilintasi masyarakat.
Secara kasat mata tidak terlihat mencolok karena ditutupi warung pada pintu masuknya.
Kepala BNNK Binjai, Ucok Ferry menjelaskan, penindakan yang dilakukan dengan melibatkan unsur kepolisian resort dan sub datasemen polisi militer ini bermula dari informasi dari masyarakat.
Bahkan, menurut Ferry, informasi masyarakat itu dikirimkan langsung ke BNN Pusat di Jakarta.
“Kegiatan ini merupakan kegiatan yang di mana dalam rangka Asta Cita Pak Presiden, ditindaklanjuti dengan perintah Pak Kepala BNNP (untuk) melakukan razia di kawasan narkoba,” kata Ferry.
“Apalagi di sini, adanya pengaduan masyarakat uang langsung ditindaklanjuti dari pusat ke provinsi dan BNNK, maka dalam hal ini, kami bersama-sama stakeholder kepolisian, denpom, melakukan razia secara bersama-sama,” sambungnya.
Saat masuk ke lokasi barak judi dan narkoba diduga milik UG, petugas BNNK Binjai langsung meletuskan beberapa kali tembakan peringatkan ke udara.
Hal itu dilakukan sebagai peringatan agar orang-orang yang berada di barak, tidak meninggalkan lokasi.
Namun, letusan senjata ke udara itu justru menjadi tanda kedatangan petugas BNNK. Buntutnya, cuma tiga orang saja yang dapat diringkus dari barak judi dan narkoba diduga milik pria berinisial UG tersebut.
Ketiganya, dua di antaranya pria dan seorang wanita. Dua pria diduga sebagai pengguna yang tengah asik isap sabu dan main judi jekpot serta tembak ikan.
Sementara seorang wanita diduga memiliki peranan penting karena diamankan dari loket gadaian barang yang kejebak dalam perjudian.
Bahkan diduga, wanita tersebut berkaitan dengan pemilik barak.
Di barak, tidak hanya menyediakan lapak isap. Juga ada loket pembelian sabu. Hal tersebut dibuktikan dengan ratusan plastik klip kosong dan sekop terbuat dari pipet.
“Tadi kita temukan beberapa barang bukti yaitu sejumlah uang, barang bukti sabu, timbangan dan banyak lainnya. Juga ada tiga orang yang kota amankan ke Kantor BNN untuk dilakukan interogasi,” ujar Ferry.
Uang jutaan yang diamankan petugas dari lokasi diduga merupakan hasil penjualan sabu. Saat ini, tiga orang beserta puluhan motor dan belasan mesin judi jekpot serta satu mesin tembak ikan masih dalam pengawasan BNNK Binjai guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
“Razia akan terus dilanjutkan bersama-sama stakeholder terkait,” tutup Ferry. (red)








