Topiksumut.id, JAKARTA – Hendrik Irawan, pria yang viral lantaran berjoget hingga memamerkan keuntungan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) akhirnya buka suara.
Seperti diketahui, Hendrik merupakan mitra pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangauban, Batujajar, Bandung Barat.
Ia menyebut, video viral dirinya berjoget tersebut berdampak luas, hingga SPPG miliknya ditutup oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
“Perlu Anda ketahui, dengan hujatan Anda, dengan cacian makian Anda, SPPG kami akhirnya ditutup oleh Ibu Nanik selaku dari Badan Gizi Nasional,” ucapnya, dikutip dari Kompas.tv.
Ia mengaku sempat kaget saat mendengar kabar bahwa SPPG yang dikelolanya tersebut ditutup.
Ia tidak menyangka permasalahan video bisa berimbas dan menjadi besar.
“Saya merasa kaget kok permasalahan ini menjadi besar, menjadi huru hara. Emang sih ini kesalahan saya, gitu ya. Saya tidak mematuhi protokol, saya nge-dance itu di ruangan tempat saya yang benar-benar saya tidak menyangka akan se-viral ini,” ujarnya.
Menurut penuturannya, buntut penutupan SPPG tersebut, juga berdampak terhadap ratusan relawan yang kini terpaksa kehilangan pekerjaan dan tidak bisa melanjutkan jadwal produksi makanan untuk akhir Maret 2026 ini.
“Ada sekitar 150 relawan yang tidak akan bekerja, yang tidak akan produksi untuk tanggal 31 (Maret). Jadi mungkin inilah dampaknya saya terlalu frontal. Tapi saya juga tidak menyalahkan netizen,” tuturnya.
“Cuma saya sangat prihatin bagaimana nasib 150 relawan saya,” ungkapnya. (red)








