Topik Sumut
  • Beranda
  • Nasional
  • Kriminal
  • Daerah
  • Politik
  • Peristiwa
  • Internasional
  • Olahraga
  • Lainnya
No Result
View All Result
Topik Sumut
  • Beranda
  • Nasional
  • Kriminal
  • Daerah
  • Politik
  • Peristiwa
  • Internasional
  • Olahraga
  • Lainnya
No Result
View All Result
Topik Sumut

Anggota Komisi II DPR RI Sambangi Rumah Warga Kota Binjai yang Ditahan di Kamboja

Redaksi by Redaksi
02/03/2026
in Daerah
0
Anggota Komisi II DPR RI Sambangi Rumah Warga Kota Binjai yang Ditahan di Kamboja

Anggota DPR RI, Ahmad Doli Kurnia saat berkomunikasi dengan ibu Ardiansyah Putra atasnama Badriah di rumahnya, Jalan Tengku Umar, Kelurahan Nangka, Binjai Utara, Minggu (1/3/2026) sore.

Share on FacebookShare on Whatsapp

Topiksumut.id, BINJAI – Kabar Warga Negara Indonesia (WNI) atasnama Ardiansyah Putra warga Kota Binjai, Sumateta Utara, yang ditahan Kamboja mendapat respon dari Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Golkar, Ahmad Doli Kurnia.

Mendapat kabar tersebut, Doli langsung menyambangi rumah korban scam di Kamboja tersebut pada, Minggu (1/3/2026) sore di Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai.

Baca Juga

Wali Kota Lantik 76 Pejabat Baru, Khairul Azmi Kadis PUTR Langkat Pindah ke Medan

Wali Kota Lantik 76 Pejabat Baru, Khairul Azmi Kadis PUTR Langkat Pindah ke Medan

16/04/2026
Polres Sibolga Jalani Pemeriksaan Senjata Organik oleh Div Propam dan SLOG Mabes Polri

Polres Sibolga Jalani Pemeriksaan Senjata Organik oleh Div Propam dan SLOG Mabes Polri

16/04/2026

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar itu datang bersama legislator diantaranya Anggota DPRD Sumut, Muhammad Yusuf (Ucok Aang), dan Zainuddin Purba (mantan Ketua DPRD Binjai).

Begitu tiba dirumah WNI, Doli langsung berkomunikasi dengan ibu korkan scam, Badriah.

Kepada Doli, Badriah menyampaikan permohonan bantuan agar buah hatinya, Ardiansyah Putra dapat segera dipulangkan ke tanah air.

Doli menyatakan, informasi adanya warga Binjai diduga menjadi korban scam di Kamboja, diperoleh dari media.

“Saya hadir untuk mengkonfirmasi tentang kronologis dan berita yang kita dapatkan. Tadi malam sudah berkomunikasi dengan teman-teman pimpinan Komisi I DPR RI yang menangani masalah urusan luar negeri, dan juga sudah berkomunikasi langsung dengan Duta Besar Indonesia untuk Phnom Penh di Kamboja, Pak Santo,” kata Doli, Senin (2/3/2026).

ADVERTISEMENT

“Saya sudah dapat informasi dan telah mengkonfirmasi informasi itu dengan pihak keluarga. Intinya kita tidak boleh menutup mata, ini pembelajaran buat kita dan buat masyarakat Indonesia,” tambahnya.

Doli juga menyebut, masyarakat Indonesia yang ingin berangkat kerja ke luar negeri harus sesuai dengan prosedur.

Namun faktanya, kata Doli, umumnya masyarakat Indonesia lebih memilih berangkat ke luar negeri tidak secara prosedural.

“Sebagian masyarakat kita cukup berani datang ke luar negeri pakai pasport biasa dan visa wisata, sehingga begitu habis, dianggap di sana masyarakat yang ilegal, karena overstay. Kemudian sampai di sana gak bisa pulang, jadi cari kerja untuk penghidupan,” ucap Doli.

Karenanya pada kesempatan ini, Doli mengajak masyarakat untuk berangkat kerja ke luar negeri harus sesuai prosedur. Sebab, banyak contoh tenaga kerja Indonesia yang bekerja ke luar negeri melalui jalur unprosedural atau ilegal, yang buntutnya ditangkap aparat negeri setempat.

Satu contoh di antaranya adalah Ardiansyah Putra, bungsu dari empat bersaudara ini.

“Saya juga mau menyampaikan bahwa pemerintah juga sudah ikut bertanggung jawab, saya juga sudah ikut bertanggung jawab, saya dapat disebut wakil pemerintah,” ujar Doli.

“Kita ingin masalah ini supaya segera bisa selesai karena bagaimana pun, apapun masyarakat kita, kalau sudah situasi di luar negeri sana tidak jelas, itu harus kita pikirkan cara penyelamatannya,” sambungnya.

DiketahuibArdiansyah Putra masih lajang, usianya 26 tahun dan sudah hampir dua bulan mendekam dalam penjara di Kota Phnom Penh, Kamboja.

Ardiansyah tertangkap aparat keamanan Kamboja usai menggelar operasi pemberantasan kejahatan penipuan daring (online scam) di Phnom Penh dan ditahan sejak Januari 2026.

Dalam operasi tersebut, sebanyak 26 warga negara Indonesia (WNI) turut diamankan. Ardiansyah menjadi salah satu diantaranya.

Dari informasi yang diterima keluarga, Ardiansyah kini menghuni satu sel bersama lima WNI lainnya. Hingga kini, keluarga belum memperoleh kejelasan mengenai proses hukum yang dijalani Ardiansyah.

Kabar penangkapan itu pertama kali diterima keluarga melalui sambungan telepon dari seorang pria bernama Roki yang disebut bekerja di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Phnom Penh.

Dalam percakapan tersebut, Bardiah diberi tahu bahwa putranya diamankan dalam operasi kepolisian setempat.

“Saya sangat kaget, tidak ada firasat apa-apa, tiba-tiba dibilang anak saya ditangkap dan di penjara. Saya tidak tahu harus berbuat apa,” ujar Bardiah, warga Jalan Teuku Umar, Kelurahan Nangka, Binjai Utara.

Mendapat informasi tersebut, Badriah pun cemas, dan susah tidur akibat memikirkan putra kandungnya yang ditahan di dalam sel negara luar.

Bardiah tidak mengetahui secara pasti apakah anaknya dalam keadaan sehat, cukup makan, maupun bagaimana perlakuan yang diterimanya selama dalam tahanan.

Menurut penuturan keluarga, Ardiansyah berangkat ke luar negeri demi mencari pekerjaan dan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.

Namun, alih-alih memperoleh pekerjaan yang layak, ia diduga terjerat jaringan yang berkaitan dengan praktik penipuan daring lintas negar modus yang kerap dikaitkan dengan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Bagi Bardiah, putranya bukan pelaku kejahatan, melainkan korban keadaan. Ia yakin, Ardiansyah hanyalah pemuda yang ingin bekerja dan membantu orangtua.

“Anak saya tidak pernah macam-macam, dia pergi karena ingin bekerja, membantu keluarga. Kalau memang ada kesalahan, saya yakin itu bukan karena niat jahat,” kata Bardiah.

Bardiah pun memohon agar Pemerintah Republik Indonesia hadir memberikan perlindungan maksimal kepada Ardiansyah dan WNI lainnya yang ditahan.

Ia berharap ada pendampingan hukum, kejelasan status perkara, serta langkah untuk memulangkan mereka ke tanah air.

“Saya mohon kepada Pemerintah Republik Indonesia, tolong selamatkan anak saya. Kami hanya rakyat kecil, tidak punya siapa-siapa selain berharap pada negara,” ujar Bardiah. (red)

Tags: Ahmad Doli KurniaDPR RIIndonesiaKambojaKomisi IIKota BinjaiNasionalSumatera UtaraSumut
Previous Post

Koperasi Merah Putih yang Diresmikan Gubsu di Kota Binjai Tutup Karena tak Ada Biaya

Next Post

Pembangunan Infrastruktur Lamban, BAPERA Ingatkan Pemkab Langkat

Menarik Lainnya

Wali Kota Lantik 76 Pejabat Baru, Khairul Azmi Kadis PUTR Langkat Pindah ke Medan

Wali Kota Lantik 76 Pejabat Baru, Khairul Azmi Kadis PUTR Langkat Pindah ke Medan

16/04/2026
Polres Sibolga Jalani Pemeriksaan Senjata Organik oleh Div Propam dan SLOG Mabes Polri

Polres Sibolga Jalani Pemeriksaan Senjata Organik oleh Div Propam dan SLOG Mabes Polri

16/04/2026
Masyarakat Blokade Jalan Menuju Galian C Ilegal di Kota Binjai

Masyarakat Blokade Jalan Menuju Galian C Ilegal di Kota Binjai

16/04/2026
Perkara Anak 15 Tahun di Langkat Dilimpahkan ke Pengadilan, Ini Pasalnya

Perkara Anak 15 Tahun di Langkat Dilimpahkan ke Pengadilan, Ini Pasalnya

16/04/2026
Next Post
Pembangunan Infrastruktur Lamban, BAPERA Ingatkan Pemkab Langkat

Pembangunan Infrastruktur Lamban, BAPERA Ingatkan Pemkab Langkat

Populer

  • Pria Tewas di Dalam Mobil di OG Hospital Kota Binjai, Ini Kronologinya dan Identitas Korban

    Warga Tanah Seribu Tewas Dibunuh, Pelaku Utama Seret Nama Oknum Ketua OKP di Binjai

    108 shares
    Share 43 Tweet 27
  • Betmen di Langkat yang Sempat Ditangkap Kasus Penganiayaan Kini Bebas, Ini Alasannya

    54 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Wali Kota Lantik 76 Pejabat Baru, Khairul Azmi Kadis PUTR Langkat Pindah ke Medan

    53 shares
    Share 21 Tweet 13
  • Pria Tewas di Dalam Mobil di OG Hospital Kota Binjai, Ini Kronologinya dan Identitas Korban

    85 shares
    Share 34 Tweet 21
  • Polisi Gerebek Barak Narkoba di Langkat, Ini Hasilnya

    50 shares
    Share 20 Tweet 13

Rekomendasi

APMPEMUS Apresiasi Kejaksaan Usai Kejatisu Kaji Laporan Dugaan Korupsi PT SGN Kwala Madu

APMPEMUS Apresiasi Kejaksaan Usai Kejatisu Kaji Laporan Dugaan Korupsi PT SGN Kwala Madu

25/06/2025
Balita di Ngawi Tewas Usai Tertabrak Mobil Pikap Orangtuanya Sendiri

Balita di Ngawi Tewas Usai Tertabrak Mobil Pikap Orangtuanya Sendiri

11/08/2025
Topik Sumut

Portal berita online terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar Sumatera Utara dan Nasional.

E-mail: topiksumut2025@gmail.com

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi

© 2025 Topik Sumut - Powered by Sejasa Net

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Kriminal
  • Daerah
  • Politik
  • Peristiwa
  • Internasional
  • Olahraga
  • Lainnya

© 2025 Topik Sumut - Powered by Sejasa Net