Topiksumut.id, ASAHAN – TNI Angkatan Darat akhirnya buka suara soal kematian prajurit Pratu Farkhan Syauqi diduga tewas dianiaya oleh seniornya saat bertugas di Papua, Rabu (31/12/2025).
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI (Inf) Donny Pramono menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Pratu Farkhan Sauqi Marpaung.
“Almarhum adalah prajurit muda yang tengah menjalankan tugas negara di wilayah penugasan, dan peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi pimpinan TNI AD,” kata Donny saat dikonfirmasi, Minggu (4/1/2026) dilansir Kompas.com.
Sejak awal kejadian, Donny memastikan bahwa TNI Angkatan Darat langsung mengambil langkah cepat dan tegas.
“Dugaan keterlibatan oknum prajurit senior telah ditindaklanjuti dengan mengamankan yang bersangkutan dan melakukan proses investigasi secara menyeluruh oleh unsur komando terkait,” jelas dia.
Oleh karena itu, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan untuk memastikan fakta secara objektif dan transparan.
Meskipun begitu, Donny memastikan bahwa TNI Angkatan Darat tidak menoleransi segala bentuk kekerasan di luar aturan.
“Terlebih yang mengakibatkan hilangnya nyawa prajurit. Apabila dari hasil penyelidikan terbukti adanya pelanggaran hukum maupun disiplin militer, maka proses hukum akan ditegakkan secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas dia.
Setelah peristiwa ini, TNI Angkatan Darat melakukan pembinaan terhadap prajurit di satuan agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
“Pimpinan TNI AD berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini secara profesional, adil, dan bertanggung jawab, demi menjaga keadilan bagi almarhum, keluarganya, serta kehormatan institusi TNI Angkatan Darat,” ucap dia.
Komandan Brigrif 25/Siwah, Kolonel Infanteri Dimar Bahtera membenarkan adanya dugaan penganiayaan yang diterima oleh Pratu Farkhan Syauqi Marpaung.
Menurutnya, kasus tersebut sedang diusut oleh pihak satuan TNI Angkatan Darat, dan diperintahkan langsung oleh panglima TNI, Agus Subianto.
“Adik kita meninggal karena sakit, dan memang ada dugaan kekerasan. Tapi kejadiannya ada didaerah penugasan, jadi ada proses dan mekanisme dalam memeriksa dan menyelidiki kasus ini,” kata Danbrifif 25/Siwah, Kolonel Infanteri Dimar Bahtera.
Katanya, pihaknya belum bisa memutuskan hasil dari pemeriksaan tersebut, sebab ada mekanisme yang lebih profesional dan seluruhnya dikawal langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Panglima TNI, KASAD, Pangdam, dan mengutus saya untuk kemari menghadiri kegiatan ini. Kami juga orang tuanya, kami juga bapaknya, kami pelatihnya. Kami juga kehilangan,” katanya.
Ia meminta masyarakat yakin kepada proses dan meminta agar dikawal bersama-sama.
“Terduga pelaku sudah diamankan, dan kini ditahan di POM Timika, sejauh ini masih satu orang. Tapi kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut, barang kali ada pelaku lainnya,” jelasnya.
Prajurit Satu (Pratu) Farkhan Syauqi Marpaung kini telah disemayamkan diperistirahatan terakhirnya di tempat pemakaman umum (TPU) Dusun V, Desa Hessa Air Genting, Air Batu, Kabupaten Asahan, Sabtu (3/1/2026). (Red)








